sahabat-sejati-tentang-kita-juni-2014

Tentang Kita — OH, MAMA…OH, PAPA….

Adakah di antara kamu yang merasa sangat malang, sehingga seringkali menjadi minder saat bergaul dengan orang lain? Akhir-akhir ini, Tasya merasa sangat tertekan dengan situasi yang ada di rumahnya. Beberapa tahun yang lalu mamanya meninggal karena sakit. Tiga tahun kemudian, saat ia tengah disibukkan dengan persiapan Ujian Akhir Nasional, suatu petang papanya memberitahu jika ia akan mendapatkan mama baru. Olala…betapa galau hati Tasya. Ia merasa saat itu menjadi anak yang benar-benar malang. Beruntung ada tantenya, yang siap mendengarkan curhatan hatinya.

Guys, mungkin ada di antara kalian yang mengalami hal serupa dengan kisah di atas, atau bahkan mengalami hal yang lebih tragis lagi. Kebahagiaan yang dulu ada di tengah-tengah keluargamu mendadak sirna. Keluargamu yang dulu bahagia, belakangan timbul pertengkaran bahkan mengalami perceraian. Keluargamu yang dulu dipenuhi hubungan yang mesra dengan Tuhan, mendadak sirna. Hubungan dengan Tuhan terasa sulit .

Lantas apa yang harus kamu lakukan jika mengalami hal demikian? Apakah kamu hanya berdiam diri saja dan menyalahkan keputusan yang diambil kedua orang-tuamu? Sok cuek, asalkan kebutuhanmu tetap terpenuhi? Atau berusaha melakukan sesuatu?

Guys, yang namanya keluarga itu terdiri atas ayah, ibu dan anak-anak. Jadi jika sebuah keluarga ingin mendapatkan sejahtera, bahagia, ada tawa dan sukacita, rasa hangat dan dilindungi dalam keluarga, maka masing-masing unsur dalam keluarga harus saling menopang. “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Ef. 4:32)

“Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,”(Flp. 2:1) “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” (Flp. 2:5)

Jadi, jika semisal saat ini dalam keluargamu (orang-tuamu) tengah terjadi perselisihan, pertengkaran, juga perdebatan yang menyebabkan luka hati, coba tenangkan hatimu. Ada baiknya kamu segera masuk dalam kamarmu, menenangkan diri dan berdoa pada Bapa di Surga. Ingatlah firman Tuhan yang mengatakan hal demikian: “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Mat. 6:6) “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Flp. 4:6 )

Mungkin doamu tidak serta merta dijawab oleh Tuhan, tapi tetaplah terus berdoa karena selalu ada mukjizat baru didalam Dia. “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak. 5:16). “TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.” (Ams. 15:29) “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Mat. 21:22)

Guys, perdebatan yang terjadi di antara kedua orang-tuamu terkadang muncul karena emosi satu sama lain. Saat mereka saling emosi, sebaiknya kamu menjaga jarak. Kesempatan seperti itu sebaiknya kamu manfaatkan untuk mendoakan mereka. Jika mereka mulai tenang, rileks, ada baiknya kamu mencoba mengajak mereka mengobrol secara pribadi. Kemukakan bagaimana perasaanmu saat mengetahui mereka tengah bertengkar. “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kol. 3:17)

Bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, dan teruslah percaya: Tuhan Yesus pasti berikan jalan keluar yang terbaik bagi keluargamu!

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *