sahabat-sejati-tentang-kita-juni-2014

Tentang Kita — BACK STREET RELATIONSHIP: BOLEH GAK SIH?

Pertanyaan di atas seringkali masuk via SMS ke redaksi Kerygma Teenz. Beberapa anak muda yang sedang berpacaran mengaku menjalin hubungan tanpa sepengetahuan orang-tua mereka. Ada yang beralasan takut dimarahi ortu karena belum diperbolehkan berpacaran, atau takut ortu tidak setuju dengan pasangannya, atau bahkan ada pula yang mengatakan, “Loh, tapi kan kita yang jalani, toh nantinya kita juga yang hidup dengan pasangan kita, bukan ortu kita kan?”

Kerygmers, bila kalian mengerti sebenarnya apa tujuan dan aturan dalam berpacaran menurut Alkitab, maka hal-hal yang demikian dapat dihindari. Pertama, pahami tujuan dari berpacaran. Memang tidak ada di dalam Alkitab yang mengatur secara lisan bagaimana dan mengapa kita berpacaran. Namun, beberapa kebenaran firTu berikut bisa menjadi pedoman kita melangkah. Tuhan menciptakan manusia supaya membuat keturunan untuk mengelola kehidupan di bumi dan segala isinya (Kej. 1:27-28). Untuk maksud inilah manusia hidup dengan pasangannya dan menghasilkan keturunan. Dalam usaha untuk melakukan perintah Tuhan ini, manusia berusaha mencari pasangannya, yang berarti membutuhkan usaha menyesuaikan diri untuk hidup dengan lawan jenisnya. Inilah alasan mengapa kita mengadakan pendekatan dan penyesuaian (mengamati cocok atau tidak) sebelum memasuki pernikahan kudus.

Tetapi, kapankah kita bisa memulai pendekatan dan penyesuaian (pacaran) tersebut? Jawabannya adalah bila kita sudah siap secara fisik, mental dan rohani. Mengapa? Karena di dalam menjalin hubungan, kita memerlukan kesiapan menuju pernikahan. Jadi, pacaran yang benar hanyalah dilakukan oleh orang dewasa. Dalam hal ini, Undang-undang negara kita pun menentukan usia di mana seseorang sudah dikatakan dewasa (secara fisik dan mental) yakni 17 tahun. Namun UU Perkawinan menyebutkan usia minimal untuk menikah adalah wanita 17 tahun, dan pria 21 tahun. Nah, dengan kata lain, sebelum berusia tersebut, maka dapat dikatakan kita belum siap untuk memasuki sebuah hubungan berpacaran.

Berikutnya ada tiga hal prinsip yang bisa dijadikan dasar untuk menjalin hubungan berpacaran yang sesuai dengan firman Tuhan. (1) Fokus utama dalam berpacaran adalah menyenangkan Tuhan. Baca: 1 Kor.7:32-36 yang menekankan untuk setiap orang lajang, baik cewek maupun cowok, mengutamakan menyenangkan hati Tuhan daripada perhatian kita pada hal lain, ay. 32b, 34b. (2) Menjaga kekudusan dalam berpacaran. Artinya menghormati pasangan dengan menjaga agar tidak melanggar batas kesopanan. Dalam hal ini diperlukan penguasaan diri, 2 Tim. 2:22; Tit. 2:6; Ibr. 12:14. (3) Menghormati ortu, karena semasa kita menjalin hubungan status kita adalah anak (1 Ptr. 5:5). Nah, untuk poin yang terakhir ini, juga termasuk melibatkan ortu dalam hal memilih pasangan hidup kita kelak. Karena dalam hal ini, ortu masih memiliki tanggung jawab terhadap anak sampai saat kita menikah (Mat. 19:5). Dengan pengawasan dan pantauan mereka, kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehamilan di luar nikah, kekerasan, kemurtadan (untuk pasangan yang tidak seiman), dsb. Selain itu, dari segi psikologis, ortu membantu kita melihat dari sisi netral (pihak ketiga) bagaimanakah pasangan tersebut, apakah cocok dan baik untuk masa depan kita nantinya.

Jadi, memuliakan Tuhan dengan hubungan kita adalah tidak melupakan ortu dalam hal ini. Jadilah anak muda yang bertanggung jawab dengan sesama. Bila kita tahu kita belum siap untuk memasuki sebuah hubungan berpacaran, hendaklah kita tahu diri dan menunggu sampai saat yang tepat itu tiba. Namun bila kita sudah berani berpacaran, sudah selayaknya kita mempertanggung jawabkannya di depan orang tua kita. Buat kamu yang masih lajang, isilah masa mudamu dengan hal-hal yang baik dan berkenan di hadapan Tuhan. Bukankah saat kita berusaha memberi yang terbaik semasa muda kita maka Tuhan juga memperhitungkan masa depan dan pasangan yang terbaik buat kita?
Oleh: Kak Putri

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *