susi-susanti-teenz-hero-september-2014

Susi Susanti: Legenda Bulu Tangkis Putri Indonesia dan Dunia

Siapa yang tidak kenal dengan pemain bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti? Semua kita pasti mengenalnya. Susi Susanti lahir pada tanggal 11 Februari 1971, di kota kecil Tasikmalaya. Kota kecil di Provinsi Jawa Barat ini telah melahirkan seorang pemain bulu tangkis putri terbaik sepanjang sejarah Indonesia.

Apa kunci keberhasilan Susi Susanti dalam mencapai karirnya? Pemilik nama lengkap Lucia Fransisca Susi Susanti ini telah menyukai bulu tangkis sejak SD, dan masuk klub milik pamannya, yaitu PB Tunas Tasikmalaya. Pada tahun 1985, Susi pindah ke Jakarta dan mencoba serius dengan bidang ini. Ia pun bersekolah di sekolah atlet dan tinggal di asrama. Hari-harinya diisi dengan jadwal latihan yang cukup padat. Dalam seminggu, enam hari (Senin-Sabtu) ia latihan dari pukul 07.00-11.00 dan 15.00-19.00. Ada juga aturan-aturan untuk makan, tidur, pakaian, dan hal-hal lainnya sebagai seorang atlet. Untuk pergi ke mall pun hanya bisa di hari Minggu, itu pun jarang dilakukan karena terlalu lelah akibat latihan.

Itulah kehidupan yang harus dijalani Susi demi mencapai cita-citanya sebagai seorang pemain bulu tangkis handal. Untuk berhasil, kita membutuhkan disiplin, kerja keras, dan konsentrasi. Jika saja Susi menolak segala proses yang harus dijalaninya di sekolah atlet pada saat ia muda, maka Susi tidak akan bisa menjadi atlet andalan Indonesia. Jika saja ia tidak disiplin latihan dan berkonsentrasi dalam latihan, maka ia hanya akan menuai kegagalan. Semua keberhasilan butuh perjuangan seperti kata pepatah, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Pada awal kariernya di tahun 1989, Susi sudah berhasil menjadi juara di Indonesian Open. Selain itu berkat kegigihan dan ketekunannya, ia berhasil turut serta menyumbangkan gelar Piala Sudirman pada tim Indonesia untuk pertama kalinya dan belum pernah terulang sampai saat ini. Setelah itu ia pun mulai merajai kompetisi bulutangkis wanita dunia dengan menjuarai All England sebanyak empat kali (1990, 1991, 1993, 1994) dan menjadi Juara Dunia pada tahun 1993.

Puncak karier Susi bisa dibilang terjadi pada tahun 1992 pada saat ia menjadi juara tunggal putri cabang bulutangkis di Olimpiade Barcelona, 1992. Susi menjadi peraih emas pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade. Uniknya, Alan Budikusuma yang merupakan pacarnya ketika itu, turut menjadi juara di tunggal putra. Mereka berhasil mengawinkan gelar juara tunggal putra dan putri bulutangkis pada Olimpiade Barcelona. Media asing menjuluki mereka sebagai “Pengantin Olimpiade”, sebuah julukan yang terjadi menjadi kenyataan di kemudian hari.

Sekitar puluhan penghargaan bertaraf internasional telah diterima Susi Susanti, dan hebatnya ia selalu bersikap rendah hati dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Baginya, kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, namun justru kesempatan untuk memperbaiki kemampuan dan menghindarkan dari sikap sombong. Sungguh satu sikap yang patut dicontoh oleh para generasi muda bangsa Indonesia.

Photo Credit: http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/1401200081.jpg

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *