http://www.kerygmateenz.com/wp-content/uploads/2017/02/spesial-valentine-2017.jpg

Special Love – Valentine 2017 : PERBUATAN BAIK

Peristiwa ini terjadi ketika Abraham Lincoln sedang berkunjung ke sebuah rumah sakit, tempat para prajurit yang terluka selama Perang Saudara dirawat. Ia memasuki sebuah bangsal dan menemukan seorang prajurit dengan luka parah di sekujur tubuhnya.

Seorang dokter dan perawat menjelaskan kondisi prajurit itu pada Abraham Lincoln. Lantas Abraham mendekati prajurit itu di pembaringannya dan berbisik padanya, “Ada yang bisa kulakukan untukmu?”

Prajurit itu menatap Abraham Lincoln dan berkata dengan suaranya yang terbata-bata dan nafas yang berat, “Maukah Anda…menulis surat…untuk ibuku?” Abraham menganggukkan kepalanya, meminta selembar kertas pada perawat di rumah sakit itu, dan mengambil pena dari saku kemejanya. Dia duduk di sebuah bangku kayu sederhana, meletakkan kertas pada meja di samping pembaringan prajurit itu, dan mulai menulis kata-kata yang diucapkan prajurit itu….

“Ibu sayang,…
Aku terluka sangat parah…ketika aku sedang mengabdi pada negara.
Tampaknya…aku tidak bisa bertahan lama.
Jangan sedih…bahwa aku akan mendahuluimu.
Sampaikan ciumku…pada John dan Mary…dariku.
Aku akan berdoa…Tuhan memberkati kita.”

“Ooh…aduh!” keluh prajurit itu menahan sakit, setelah mengakhiri mendikte isi surat itu. Abraham memandangnya dengan haru. Lantas melanjutkan menulis sesuatu pada surat itu,…dari lubuk hatinya yang terdalam.

PS
Surat ini didiktekan oleh anakmu
Kepada Abraham Lincoln.

Masih dengan terbata-bata, prajurit itu kembali membuka suaranya. “Perlihatkan suratnya padaku…yang telah Anda…tulis, dan….akan diterima ibuku.” Abraham mengangsurkan kertas surat itu kepadanya. Segera prajurit itu menerima dan membacanya. Peluh dan air matanya menetes….

“Apakah Anda benar-benar Presiden Abraham Lincoln?” tanya prajurit itu dengan nada bergetar.

“Ya, benar,” jawab Abraham sambil tersenyum. “Ada lagi yang bisa kubantu?”

Sekali lagi dengan suara yang bergetar, prajurit itu berkata, “Maukah Anda…memegang tanganku? Jika Anda mau melakukannya…rasanya aku…dapat pergi dengan tenang.” Prajurit itu mendekap surat tadi di dadanya dengan tangan kanannya, sedangkan Abraham Lincoln memegang tangan kirinya, dengan kedua belah tangannya.

“Apakah Anda masih…memegang tanganku?” tanya prajurit itu. Rasa sakit yang dialaminya membuatnya berada di antara sadar dan tidak.

“Aku sedang memegang tanganmu,” ucap Abraham lagi.

“Anda pasti sibuk…sekarang, boleh lepaskan tanganku,” ucap prajurit itu. Abraham tetap memegangi tangan prajurit itu dengan erat. “Kau prajurit yang baik. Putra bangsa Amerika Serikat yang baik. Betapapun sibuknya aku sebagai Presiden Amerika Serikat, aku wajib mendampingi warga negara kami seperti kau ini. Itulah alasan mengapa ada seorang presiden di negara ini,” ucap Abraham Lincoln lembut, mengantar kepergian prajurit itu dalam damai.

***
Abraham Lincoln berhenti bersekolah pada kelas 9, dan dia membutuhkan waktu 17 tahun untuk membayar utangnya ketika bisnisnya bangkrut. Dia gagal dalam pemilihan senat dan gagal dalam pemilihan wakil presiden. Tetapi, akhirnya dia dipilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-16, membawa kemenangan dalam Perang Saudara, dan juga menghapuskan perbudakan. Sekarang dia menjadi salah satu mantan Presiden Amerika Serikat yang paling dihormati.

Kutipan-kutipan Abraham Lincoln yang terkenal:
• Jika tidak ingin diperbudak, janganlah memperbudak orang lain.
• Teman terbaikku adalah siapa pun yang memberiku buku untuk kubaca.
• Jika kita ingin memenangkan hati seseorang, pertama yakinkan dia bahwa kita tulus berteman dengannya.
• Aku mencabuti rumput liar dan menanam bunga di tempatnya akan bertumbuh.
• Aku tidak tahu siapa kakekku. Aku lebih peduli untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada cucu-cucunya.
• Yang terbaik tentang masa depan adalah datangnya dari hari ke hari.
(dari berbagai sumber)

Photo Credit: https://image.slidesharecdn.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *