special-article-hari-sumpah-pemuda

Special Hari Sumpah Pemuda — MUSEUM SUMPAH PEMUDA

Beralamat di Jl. Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat. Dikelola oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI. Museum ini memiliki koleksi foto dan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah Sumpah Pemuda 1928, serta kegiatan-kegiatan dalam pergerakan nasional kepemudaan Indonesia.

Awalnya, gedung ini adalah sebuah rumah pondokan milik Sie Kong Liang, yang disewakan untuk pelajar dan mahasiswa Sekolah Pendidikan Kedokteran Hindia (STOVIA). Mereka menyewa gedung itu dengan tarif 12,5 gulden per orang tiap bulan atau setara dengan 40 liter beras waktu itu.

Gedung ini menjadi markas Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), yang berdiri pada September 1926, usai kongres pemuda pertama. Di gedung ini juga muncul majalah Indonesia Raya, yang dikelola PPPI. Karena sering dipakai untuk kegiatan pemuda yang sifatnya nasional, para penghuni menamakan gedung ini Indonesische Clubhuis, tempat resmi pertemuan pemuda nasional.

Kegiatan pemuda dialihkan ke Jl. Kramat 156 setelah para penghuni tidak melanjutkan sewa mereka pada 1934. Pada 1986, Sunario mengumpulkan pelaku sejarah Sumpah Pemuda dan meminta kepada Gubernur DKI untuk mengelola dan mengembalikan gedung milik Sie Kong Liang, yang sempat berganti-ganti penyewa, kepada bentuknya semula. Lalu tempat ini disepakati menjadi Gedung Sumpah Pemuda. Gedung ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973 sebagai Gedung Sumpah Pemuda dan kembali diresmikan oleh Presiden RI, Soeharto, pada 20 Mei 1974.

Bagi kalian pemuda-pemudi Indonesia, jangan biarkan semangat para pemuda Indonesia itu padam dan hanya menjadi sebuah kenangan dalam sebuah gedung museum. Ayo kita lanjutkan semangat para pemuda Indonesia untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dan bermartabat.

— Redaksi

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *