setetes-embun-lie-yeung-november-2013

Lie Yeung

setetes-embun-lie-yeung-november-2013

Kadang kala kita dikaruniai kelengkapan anggota tubuh, namun sudah malas melakukan sesuatu, bahkan melakukan tindakan yang tidak bermanfaat. Hal itu tidak dengan kegigihan orang satu ini, namanya Liu Yeung (27 tahun) dia belajar ojek di Jimo, provinsi Shandong , China.

Lie Yeung bercerita, pernah suatu hari seorang polisi menilangnya lantaran melanggar rambu lalulintas, yang tak sempat di lihatnya. Namun ketika polisi tersebut mendekat, dia sempat shock sebab orang yang dihentikannya ternyata tidak mempunyai tangan.

Bagaimana dia bisa mengendarai sepeda motor tersebut?
Liu, diamputasi kedua tangannya pada usia 10 tahun, akibat sengatan listrik. Orang tuanya mengirimnya ke sirkus setempat untuk “pelatihan,” di mana dia melatih untuk dapat mengontrol sepeda motor, tanpa perlu memiliki kedua tangan. Pada polisi, ia mengaku dulu pemain sirkus, sebelum ia pernah berprofesi menjadi sopir angkutan umum, untuk mencari nafkah. Namun lebih dari 10 tahun, tidak mengemudi. Tapi kemudian memutuskan untuk menjadi tukang ojek.

Petugas polisi setempat akhirnya memutuskan untuk tidak menilang, namun juga tidak mengizinkan Liu bekerja menjadi tukang ojek, karena bisa berbahaya bagi dirinya dan bagi penumpang juga. Dia kemudian di bantu mendapatkan pekerjaan yang aman dan tidak berbahaya itu.

Bagaimana dengan kita? Seringkali kita mengeluhkan bagian tubuh kita yang kurang sempurna? Seringkali kita masih disibukkan dengan urusan mempercantik diri, sehingga lupa untuk lebih mendadani kehidupan rohani kita.
“Bersyukurlah kepada Allah semesta langit! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” (Mazmur 136:26)

(dari berbagai sumber)

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *