renungan-15-april-2017-mengenal-kekudusan-bagian-4

MENGENAL KEKUDUSAN, bagian 4

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 51:1-8; Lukas 16:19-31
Ayat Emas
“…dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”
(Ef. 4:24)

“Ayolah, Pa. Aku ingin pelayanan singer. Aku ingin jadi pelayan seperti yang lainnya,” rengek Yema kepada Ayahnya yang merupakan gembala sidang. “Sayang, menjadi pelayan Tuhan tidaklah harus menjadi singer. Jika kamu ingin menjadi pelayan Tuhan yang kudus, tunjukkanlah melalui kehidupanmu. Jika kamu memiliki hidup yang kudus dan melakukan segala sesuatu hanya untuk Tuhan, meskipun hanya melakukan hal yang sederhana seperti menyapu gereja, mengampuni sesama maka kamu disebut sebagai pelayan yang kudus. Pelayan yang kudus berarti pelayan yang dikuduskan Tuhan dan memiliki hidup yang kudus,” ujar Ayahnya.

Guys, memiliki hidup kudus tidaklah harus langsung melakukan sesuatu yang besar seperti pelayanan di gereja. Namun, kekudusan itu dimulai dari hal- hal kecil dan sederhana. Dimana hal-hal kecil dan sederhana tersebut harus dilakukan dengan motif kasih yang besar kepada Tuhan.

Contoh hal sederhana yang bisa dilakukan adalah bangun tidur lebih awal 10 menit untuk berdoa, ketika kita menyapa anggota keluarga, tetangga atau Pak Satpam dengan tersenyum, atau membantu membuang sampah pada tempatnya di rumah atau di sekolah. Selain itu, hidup kudus juga dapat terwujud ketika kita tidak mudah marah dan ketika kita mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk kita.

Keseharian kita menentukan apakah kita hidup kudus atau tidak
Doaku:
“Tuhan, tolong aku untuk selalu hidup kudus di manapun aku berada. Amin.”

Photo Credit: wallpaperspick.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *