renungan-13-april-2017-mengenal-kekudusan-bagian-2

MENGENAL KEKUDUSAN, bagian 2

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 50:7-15; Lukas 15:8-32
Ayat Emas
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
(Ef. 1:4)

“Ma, aku berangkat ke ibadah remaja dulu ya.” ujar Roy kepada mamanya. Setelah selesai pamitan, ia pun bergegas pergi. Namun, di perjalanan ia tidak mengarah ke gereja tapi ke tempat lain. Tanpa diduga, ia bertemu dengan papanya yang baru pulang kerja. Roy tidak bisa berbuat apa-apa karena ia baru menyadari ketika papanya sudah ada di depannya. “Roy, mau kemana? Bukankah seharusnya ada di gereja untuk ibadah?” tanya Papa setengah mendesak. “Anu Pa, sekali saja Roy bolos. Roy juga kan bukan pendeta atau pelayan yang harus ke gereja terus.” ujar Roy untuk memberi alasan. Namun, Papanya tidak menolerir perbuatan Roy sehingga ia dihukum.

Guys, mungkin kita pun pernah seperti Roy yang menganggap bahwa taat terhadap Firman Tuhan, hidup kudus, rajin ke gereja adalah kewajiban hamba Tuhan atau pelayan Tuhan saja. Hey, coba renungkan! Tuhan mati di Salib buat siapa? Apakah hanya untuk hamba Tuhan dan pelayan Tuhan saja? Tentu tidak, Tuhan menyelamatkan semua manusia. Jadi yang perlu kita ketahui bahwa kekudusan itu juga merupakan kehendak Allah bagi semua orang.

Meskipun kita mempunyai jalan dan status kehidupan yang berbeda-beda. Kita semua, dipanggil untuk hidup kudus.So, hiduplah dalam kekudusan.

Hidup kudus berlaku untuk semua orang
Doaku:
“Tuhan, tolong aku untuk senantiasa menaati firman-Mu dan mengasihi orang-orang di sekitarku. Sehingga aku bisa tetap hidup dalam kekudusanmu. Amin.”

Photo Credit: wallpaperspick.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *