renungan-12-april-2017-mengenal-kekudusan-bagian-1

MENGENAL KEKUDUSAN, bagian 1

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 50:1-6; Lukas 14:15-35
Ayat Emas
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!
(Mzm. 29:2)

Ingatkah kalian dengan peristiwa dua ribu tahun silam? Peristiwa penyelamatan yang dilakukan oleh Yesus. Peristiwa yang telah membuat manusia bebas dari dosa sekaligus membuat manusia bisa hidup dalam kekudusan.

Namun, perkembangan zaman dan beberapa alasan lain telah mengubah semuanya. Banyak manusia tidak hidup dalam kekudusan lagi dan hal itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Supaya kita tidak terpengaruh dengan mereka dan tetap hidup dalam kekudusan, kita akan mengenal kekudusan lebih dalam lagi.

Pertama, kekudusan adalah ciri khas Tuhan. Kekudusan adalah
salah satu dari sifat utama Tuhan dan menjadi ciri khas-Nya. Kekudusan adalah kasih Allah yang sempurna. Tuhan adalah Kudus (Im 19:2, Lk 1:49, 1 Pet 1:15) dan Kasih (1 Yoh 4:10,16).

Jadi, jika kita mengaku bahwa kita adalah anak Tuhan, maka kita pun harus memiliki ciri khas yang sama yaitu hidup dalam kekudusan.

Kedua, kekudusan adalah “dipisahkan” untuk Tuhan. Menurut asal katanya, kekudusan adalah “dipisahkan”, dalam hal ini dipisahkan untuk menjadi milik Tuhan. Kekudusan atau ‘sanctitas‘ dalam Kitab Suci Vulgata Perjanjian Baru, mengacu kepada kata hagiosyne (1 Tes 3:13) dan hosiotes (Luk 1:75; Ef 4:24). Kedua kata Yunani ini menyatakan dua arti kekudusan, yaitu yang berkenaan dengan pemisahan dan yang berkenaan dengan apa yang dikuduskan.

Jadi, intinya Tuhan telah memisahkan kita dari dosa sehingga kita menjadi kudus. Pemisahan itu dilakukan supaya kita menjadi milik Tuhan. Sekarang kita adalah milik Tuhan, sehingga seharusnya kita tidak lagi hidup dalam dosa atau keinginan daging kita tetapi hidup sesuai kehendak Tuhan (hidup kudus) yang merupakan Pemilik kita.

Kita harus hidup kudus seperti Tuhan yang kudus
Doaku:
“Tuhan, tolong aku supaya aku bisa tetap hidup dalam kekudusan karena aku adalah milikmu dan Engkau adalah Kudus.”

Photo Credit: wallpaperspick.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *