renungan-24-maret-2017-memberitakan-injil

MEMBERITAKAN INJIL

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 40:12-17; Lukas 1: 26-38
Ayat Emas
Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
(1 Kor. 9:16b)

Seorang calon pendeta merasa kesal dengan kebiasaan jemaatnya, yang suka mengkritik. Lalu ia mendatangi ayahnya, yang merupakan pendeta senior, untuk meminta nasihat, “Aku tidak bisa melayani lagi. Bila aku menyinggung masalah teologi, ada profesor yang lebih ahli dalam bidang ini, yang sebentar-sebentar menyampaikan pandangannya. Bila aku menggunakan ilustrasi dari cerita mitologi Romawi, ada orang yang siap mengkritik karena ketidakakuratan ceritaku. Bila aku menggunakan bahasa puitis, di sana juga ada jemaat yang siap dengan celaan-celaannya. Apa yang harus kuperbuat?”

Ayahnya menjawab, “Beritakan saja Injil. Mungkin mereka tahu sedikit tentang hal ini.”

Paulus sangat menghargai segala kebaikan Tuhan di dalam hidupnya, termasuk keselamatan yang Tuhan sudah berikan. Ia merasa bahwa Tuhan sudah memberi banyak kepadanya, sehingga ia pun harus bisa membalas-Nya, meskipun hanya bisa memberitakan injil. Oleh karena kesadarannya ini, ia menulis dalam suratnya bahwa ia akan celaka apabila tidak memberitakan injil.

Bagaimana sikap hidup kita setelah diselamatkan? Tidak mau peduli dengan orang lain, yang penting diri sendiri selamat? Akankah kita menjadi pribadi yang egois? Renungkanlah!

Memberitakan Injil bukanlah suatu beban tetapi kehormatan.
Doaku:
“Roh Kudus, berilah aku keberanian untuk menceritakan kebaikan-Mu, pada orang-orang di sekitarku. Bahkan berikan beban untuk mendoakan mereka yang belum mengenal-Mu. Amin. ”

Photo Credit: redeeminggod.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *