renungan-21-maret-2017-pengorbanan-Tuhan

PENGORBANAN TUHAN

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 39: 8-13; Markus 14:32-42
Ayat Emas
Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
(Ibr. 9:28)
Bacaan: Yohanes 3:16

Dia adalah anak ke-25 dalam keluarganya. Ia menikah dengan pria yang lebih tua darinya, dan mereka memperoleh 19 anak, sembilan di antaranya meninggal dunia. Kehidupannya sering diwarnai masalah, rumahnya pernah terbakar, lumbungnya roboh, kesehatannya merosot, suaminya pernah dipenjara dan menderita sakit sekian lama.

Untungnya, ia tidak pernah menyerah terhadap perannya sebagai ibu, bahkan mau berkorban dan membesarkan anak-anak. Dua di antaranya adalah John Wesley dan Charles Wesley, yang akhirnya menjadi pribadi yang sanggup mengubah dunia. Ibu itu adalah Susanna Wesley. Ya, John Wesley dan Charles Wesley ada dan menjadi berkat bagi jutaan orang di dunia, itu tidak lepas dari pengorbanan sang ibu.

Tahukah kamu, ribuan tahun yang lalu Tuhan Yesus pun sudah berkorban bagi kita semua? Ia memberikan nyawa-Nya bagi kita. Ia ingin lewat pengorbanannya itu, lahir orang-orang yang menjadi dampak bagi lingkungan, bahkan bagi bangsanya.

Kerygmers, mari, jangan biarkan pengorbanan Tuhan Yesus menjadi sia-sia. Terimalah anugerah keselamatan dan pengampunan dosa. Lalu pakai ‘hidup yang baru’ itu untuk berkarya dan menjadi berkat bagi sesama, sehingga Tuhan disenangkan. Setuju?

Hargai pengorbanan-Nya dengan menjadi berkat bagi sesama
Doaku:
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk pengorbanan-Mu di kayu salib. Aku tak ingin mengecewakan Engkau, sebaliknya pakailah hidupku untuk memberkati banyak orang. Amin. ”

Photo Credit: i-digitalpixel.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *