renungan-17-maret-2017-ketika-musuh-jatuh

KETIKA MUSUH JATUH

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 37:34-40; Markus 9:33-41
Ayat Emas
Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok.
(Ams. 24:17)

Saat Daud mengetahui bahwa Raja Saul mati di medan perang, kira-kira apa reaksinya? Senang karena orang yang selama ini ingin membunuhnya telah tiada? Merayakan kabar itu dengan pesta-pora? Sama sekali tidak! Nyatanya, begitu mendapat kabar tersebut, Daud mengoyakkan pakaiannya tanda dukacita yang mendalam, bahkan ia menangis dan berpuasa.

Daud sungguh melakukan firman Tuhan yakni tidak bersukacita ketika musuhnya jatuh, ia tidak beria-ria kala orang yang ingin mencelakakannya selama ini terperosok. Mengapa? Sebab ia tahu bahwa sekalipun Raja Saul punya sikap yang buruk, ia pun adalah orang yang diurapi Tuhan, ia bahkan pernah menjadi tuannya. Bagaimana dengan kita? Biasanya kalau seseorang mendengar kabar musuhnya mendapat masalah, ia pasti akan langsung bergembira. Bahkan tak sedikit yang makin mengutukinya atau lebih parahnya mengatakan bahwa balasan itu merupakan datang dari Tuhan. Padahal, belum tentu demikian.

Guys, sebagai anak-Nya mari belajar tidak bertindak seperti itu. Tuhan mengajarkan kita supaya mendoakan dan memberkati orang yang menyakiti kita. Sebab dengan begitu kita tampil beda, tidak menjadi sama dengan dunia ini.

Tampil beda tidak mudah, tetapi bisa karena Allah yang memampukan kita.
Doaku:
“Tuhan Yesus, mampukanlah aku berdoa bagi mereka yang membenci dan memusuhiku. Tidak mudah, ya, Bapa. Tapi aku percaya, Engkau akan menolongku. Amin.”

Photo Credit: ratnaworldblog.wordpress.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *