renungan-14-maret-2017-tetap-memuji

TETAP MEMUJI

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 37:12-17; Markus 6:6-13
Ayat Emas
Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
(Mzm. 146:1)

Suatu ketika Paulus dan Silas dipenjara karena memberitakan Injil. Bahkan sebelum dikurung, mereka didera atau disiksa lebih dahulu. Meskipun demikian, di tengah malam mereka tetap menaikkan pujian kepada Tuhan.

Bisakah kalian membayangkan, memuji Tuhan sehabis dipukul habis-habisan? Kalau seseorang memuji kebaikan Allah karena baru saja mendapat kemenangan, prestasi, baru ditraktir atau diberkati, itu adalah hal biasa. Namun Paulus dan Silas tetap bisa melakukan hal tersebut sekalipun berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan.

Ya, pujian tidak ada hubungannya dengan keadaan yang sedang menimpa kita. Memuji dalam situasi sulit memang tidaklah mudah. Bahkan Daud kerapkali memaksa dirinya untuk tetap mengagungkan Tuhan, walaupun rasanya ia tidak ingin melakukannya. Sebab bisa jadi ia sedang dikejar musuh, atau berada dalam tekanan. Namun, meskipun demikian ia tetap melakukannya. Sebab Daud mengerti bahwa di dalam pujian ada kekuatan dan iman.

Kerygmers, saat kita bernyanyi bisa jadi masalahnya belum selesai, utangnya tidak lunas seketika, sakitnya belum sembuh. Namun, percayalah bahwa ada kekuatan baru yang akan kita peroleh. Orang yang kuat akan lebih cakap menanggung berbagai perkara dalam hidupnya.

Pujian tidak serta-merta memberi solusi. Tapi pasti melaluinya, kita mendapat kekuatan untuk menjalani hidup ini.
Doaku:
“Tuhan Yesus, mampukan aku untuk tetap memuji-Mu, meskipun kadang aku merasa tidak sanggap melakukannya. Sebab, aku percaya ada iman dan kekuatan dalam pujian. Amin. ”

Photo Credit: letjesushelpyou.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *