renungan-04-maret-2017-tak-terlena-pujian

TAK TERLENA PUJIAN

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 34:1-6; Matius 27:45-56
Ayat Emas
Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.
(Ams. 29:23)

Pada kompetisi Liga Jerman musim 2007-2008, Luca Toni dan Miroslav Klose yang bergabung dengan Bayern Munich, menjadi pembicaraan hangat. Keduanya terampil dalam bermain bola, mereka juga pandai berkolaborasi sehingga menghasilkan gol demi gol ke gawang lawan. Banyak orang menjuluki mereka sebagai pasangan maut. Bahkan sang pelatih, Otmar Hitzfeld, menyebut keduanya sebagai “Hadiah dari Tuhan bagi Munich.”

Kepiawaian mereka dalam bermain bola membuat mereka banjir pujian. Namun, pujian itu ternyata tetap tidak mengubah sikap hati Klose. Keberhasilan yang ia raih tidaklah membuatnya menepuk dada. Ia justru berkata, “Yang terbaik adalah tidak terlalu banyak membicarakan bagaimana baiknya kondisi saya dan Toni saat ini. Justru yang harus dikritisi adalah kami belum memanfaatkan semua peluang yang kami miliki.”

Biasanya semakin banyak dipuji, orang cenderung membanggakan diri bahkan lebih parahnya menyombongkan diri. Bagaimana dengan kita? Pujian memang diperlukan setiap orang, tanpa pujian seseorang akan merasa tidak dihargai. Pujian juga dapat membuat seseorang makin pede, makin mempersembahkan yang terbaik bagi orang lain. Namun yang terpenting, Guys, jangan sampai pujian membutakan hati dan mata kita sehingga terlalu terbuai dan membuat kita angkuh serta sombong.

Pujian itu penting tapi jangan sampai membuat kita lupa akan apa yang terpenting dalam hidup.
Doaku:
“Tuhan Yesus, mampukan aku untuk tidak terlena dengan pujian di sekelilingku, sebaliknya makin berusaha keras sehingga hasil yang aku dapat semakin baik lagi. Amin.”

Photo Credit: bigthink.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *