renungan-01-maret-2017-tetap-rendah-hati

TETAP RENDAH HATI

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 32; Matius 27:1-19
Ayat Emas
Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.
(Yes. 2:11)

Copernicus, seorang ahli Matematika telah memengaruhi umat manusia untuk menyadari akan kebutuhannya yang lebih penting, yaitu keselamatan. Menjelang kematiannya, Copernicus merendahkan diri dan hanya memohon satu hal kepada Tuhan, yaitu pengampunan untuk seorang pendosa seperti dirinya.

Ketika seseorang mempunyai sesuatu yang lebih, baik itu harta yang berlebih, kepintaran, atau pun bakat yang lebih, ia cenderung menyombongkan diri. Ia merasa bahwa dirinya lebih baik, lebih hebat daripada yang lain.

Namun, hal itu tidak akan kita temui dalam diri Daud. Saat ia berhasil mengalahkan Goliat, para perempuan berkata bahwa Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa. Mendengar pujian itu, Daud tidak besar kepala. Ia tetap memosisikan diri sebagai hamba Saul. Apapun yang diperintahkan raja kepadanya, ia lakukan. Mengapa demikian? Sebab Daud menyadari bahwa setiap kemenangan yang ia peroleh, semuanya adalah kemurahan Allah. Hasilnya? Di kemudian hari, ia menjadi seorang raja besar.

Guys, apa sih yang perlu disombongkan? Bukankah segala yang kita miliki adalah pemberian Tuhan? Jagalah sikap, maka Tuhan pun akan memperhitungkan semuanya. Semakin diberkati, semakinlah rendah hati. Semakin diberi lebih, semakinlah bisa mengontrol diri. Oke!

Semuanya pemberian Tuhan, tak usah menyombongkan diri.
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk banyak hal yang Engkau beri dalam hidupku. Mampukanlah aku untuk tetap rendah hati, sebab semuanya adalah pemberian dari-Mu. Amin.”

Photo Credit: huffpost.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *