renungan-08-februari-2017-seperti-anak-kecil

SEPERTI ANAK KECIL

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 22:1-6; Matius 20:1-8
Ayat Emas
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
(Mat. 18:4)

Salah satu ciri anak kecil ialah, ia gampang melupakan kesalahan temannya. Bukankah kita sering melihat ada anak yang bermusuhan atau bertengkar dengan temannya, lalu lima menit kemudian mereka terlihat akrab kembali?

Ya, mereka melanjutkan permainan sambil tertawa ceria, seakan tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk menjadi seperti anak kecil. Ini juga bisa berarti bahwa kita tidak menjadi orang yang suka menyimpan dendam atau sulit melupakan kesalahan orang. Sebaliknya, kita mau belajar dewasa yakni mengampuni orang, bahkan tidak mengungkit-ungkit persoalan masa lalu. Kalau hari ini masalahnya sudah selesai, sudah beres, ya jangan diungkit-ungkit lagi di lain hari. Seakan-seakan kita mengampuni orang karena mengharapkan balasan atau ingin mendapat imbalan. Lakukanlah dengan tulus.

Kerygmers, berbesar hati, memaafkan, tidak membesar-besarkan masalah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mungkin kita berkata, “Dia yang salah, kok malah saya yang minta maaf?”

Tapi ingatlah, dibutuhkan seseorang yang dewasa untuk meredakan permusuhan. Jika tidak ada yang mau mengalah, kita akan terus hidup dalam kebencian. “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu,” (Ef. 4:26).

Jika tidak ada pengampunan, hidup hanya dikelilingi oleh permusuhan dan kebencian.
Doaku:
“Tuhan Yesus, mampukanlah aku untuk mengampuni. Aku tahu dengan kekuatan sendiri, aku sulit melakukannya. Karena itu, hari ini aku memohon kemampuan dari-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.”

Photo Credit: familyvacationcritic.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *