renungan-28-januari-2017-jadi-arif-bukan-bebal

JADI ARIF BUKAN BEBAL

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur18:26-30; Matius 15:1-11
Ayat Emas
Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.
(Mzm. 37:11)

Burung merak, khususnya pejantan, mempunyai bulu ekor yang bermotif dan berwarna-warni. Terkadang bulu-bulu ekor sang pejantan tersebut dipamerkan dengan cara dibuka selebar-lebarnya, sehingga terlihat sangat menakjubkan.

Menurut Charles Darwin, ketika sang pejantan menunjukan ekornya yang penuh dengan aneka warna itu, sebenarnya tujuannya adalah untuk pamer pada merak betina. Biasanya merak betina akan memilih merak jantan dengan ekor paling indah untuk dijadikan pasangannya.

Biasanya orang yang suka pamer tujuannya adalah agar orang lain di seluruh dunia tahu bahwa ia memiliki sesuatu, kalau ia sanggup melakukan suatu hal dan seterusnya. Namun sesudah orang-orang tahu, setelah itu apa? Apakah kita jadi terkenal? Mungkin. Apakah kita dikenan Tuhan? Apakah kita menjelma menjadi anak teladan? Apakah ada perubahan positif yang kita alami? Rasanya tidak.

Kerygmers, kalau pamer tidak membawa perubahan baik dalam hidup kita, tidak menjadikan kita sebagai anak yang dikasihi Tuhan, lalu apa gunanya sih kita melakukan hal tersebut? Ayat bacaan hari ini mengingatkan kita untuk menjadi arif bukan menjadi bebal. So, jauhkan hal-hal buruk yang hanya membawa kebebalan atau kebodohan dalam hidup kita.

Jika hal-hal buruk tidak membawa kebaikan, untuk apakah masih dilakukan?
Doaku:
“Roh Kudus, ampunilah aku jika masih melakukan hal-hal bodoh, yang tidak membangun. Hari ini, aku putuskan hanya mengerjakan hal yang berguna dan positif saja. Mampukan aku, ya, Tuhan. Amin. ”

Photo Credit: deviantart.net

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *