renungan-23-januari-2017-membawa-damai

MEMBAWA DAMAI

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 17:1-5; Matius 12:31-42
Ayat Emas
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
(Mat. 5:9)

Konon di zaman dulu, hidup seekor burung aneh. Burung berkepala dua namanya. Suatu hari, burung tersebut sedang berjalan-jalan di sebuah hutan. Kepala yang satu melihat ada madu yang tercecer di tanah, maka ia melahapnya. “Jangan dihabiskan. Aku minta sedikit,” kata kepala yang satunya lagi.

“Tidak boleh,” jawab yang lain. “Aku kan yang melihatnya, jadi akulah yang berhak menghabiskan madu ini.” Karena tidak diberi, maka kepala yang satu berkata dengan marah, “Baiklah, aku tahu bagaimana cara menghukummu.” Ia mematuk beberapa biji tanaman beracun. “Lihat saja, sebentar lagi kamu akan mati keracunan,” ujarnya. Tapi dia lupa bahwa mereka memang punya dua kepala, namun cuma punya satu perut. Jadi, kalau yang lain keracunan, dia sendiri pun akan mengalami hal yang sama.

Cerita di atas memang hanya dongeng namun memberi pesan bahwa orang seringkali memilih membalas dendam ketimbang menginginkan sebuah kedamaian. Mungkin dengan membalas perlakuan buruk orang lain, untuk sementara ia senang, namun ujungnya kehilangan teman. Pendek kata, ia sendiri jadi susah.

Kerygmers, membawa damai bukan hal mudah tapi kalau dilakukan akan berdampak luar biasa. Maukah kita belajar melakukannya?

Pilihlah hidup dalam kedamaian. Sebab tidak ada kebaikan dalam permusuhan.
Doaku:
“Roh Kudus, aku tahu ini tidak mudah, namun aku mau belajar menjadi anak-anak yang membawa damai. Dalam nama-Mu, aku berdoa. Amin.”

Photo Credit: mandylife.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *