renungan-16-januari-2017-lihat-ke-dalam-diri

LIHAT KE DALAM DIRI

Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 10:12-18; Matius 10:16-268
Ayat Emas
Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
(Ams. 14:30)
Bacaan: Amsal 14

Landak memerhatikan teman-temannya yang sedang bermain dari jauh. Ia tidak berani bergabung dengan ayam, kelinci, dan tupai sebab takut duri-durinya melukai mereka. “Kenapa aku lahir dengan keadaan begini ya?” Landak sedih bahkan merasa iri dengan yang lain.

Ketika ayam, kelinci dan tupai tengah asyik bermain, tiba-tiba serigala menghampiri hendak menerkam mereka. Landak yang melihat hal itu, tidak tinggal diam. Ia segera mendekati serigala bahkan melawan dengan duri-durinya. Serigala pun kesakitan dan lari.

“Huff, untung ada kamu,” ujar kelinci. “Seandainya, aku juga punya duri-duri, aku pasti tidak akan khawatir lagi bermain di alam bebas,” tupai menimpali. Landak tidak menyangka bahwa apa yang ia anggap akan menyusahkan teman-temannya, malah dilihat sebagai keuntungan oleh teman-temannya. Sejak itu, landak tak pernah iri lagi dengan siapa pun.

Kadang kita pun sama. Saat melihat teman-teman kita, iri dengan kekayaan yang dimiliki keluarga mereka, kepintaran atau dengan kecantikannya. Ya, kita lupa bahwa kita pun punya potensi, punya hal yang patut dibanggakan.

Kerygmers, mari berhentilah iri hati, namun mulailah melihat ke dalam diri. Tuhan pribadi yang adil, yang tak mungkin hanya memberi keterbatasan, Ia menganugerahkan kelebihan juga. Percayalah!

Iri hati selalu membahayakan orang yang memeliharanya.
Doaku:
“Terima kasih, ya, Tuhan Yesus, untuk kelebihan yang Engkau beri. Aku tidak akan merasa iri lagi. Dalam nama-Mu aku berdoa. Amin. ”

Photo Credit: kishi.az

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *