renungan-23-desember-2016-tentang-arti-memberi

TENTANG ARTI MEMBERI

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 14
Ayat Emas
… lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
(Mat.2:11)

Di malam Natal, kakek membacakan cerita tentang kelahiran Tuhan Yesus kepada cucu-cucunya, Ken dan Kevin. “Ketika Yesus lahir, orang-orang Majus membawa hadiah yaitu, emas, kemenyan dan mur. Setelah itu, menurut kalian apakah orang-orang majus itu saling bertukar hadiah?” Ken dan Kevin memandang kakek dan menggelengkan kepalanya.

“Kalian benar,” jawab kakek. “Pada saat Natal pertama, orang-orang memberikan kado untuk Yesus, tapi sekarang renungkanlah, bukankah semua hadiah Natal saat ini ditujukan kepada kita semua, dan bukan kepada Yesus sebagai pribadi yang berulang tahun?” Dua anak itu terdiam. Mereka jadi sadar bahwa selama ini hanya memikirkan mendapat hadiah pada saat Natal, dan tak pernah berpikir untuk memberi sesuatu kepada Tuhan.

Ya, pada saat Natal tiba biasanya yang kita pikirkan hanya diri sendiri, ingin memperoleh mainan, baju baru, uang dan seterusnya. Itu tidak salah namun Natal bukan hanya berbicara tentang semua itu. Natal mengingatkan kita untuk memberi dan tidak cuma menerima.

Mari pikirkan hadiah apa yang hendak kita berikan pada Tuhan. Barangkali persembahan pujian di gereja, uang kita atau apa pun. Berilah, karena Bapa pun sudah memberi Yesus bagi kita semua.

Kita bisa memberi tanpa kasih, tapi kita tidak bisa mengasihi tanpa pernah memberi.
Doaku:
“Tuhan Yesus, di Natal ini aku mau memberi sesuatu untuk-Mu sebagai ungkapan terima kasih kepada-Mu. Aku mau menyerahkan seluruh kehidupanku untuk menjadi alat-Mu. Amin.”

Photo Credit: salidaschools.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *