renungan-16-desember-2016-menyesal

MENYESAL

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 7
Ayat Emas
Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.
(Ams.1:8)
Bacaan: Amsal 1:8-19

Ternyata tidak hanya manusia yang bisa menyesal, monyet juga. Peneliti Neurobiologi di Universitas Yale, Amerika Serikat, meneliti proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh monyet.

Lee dan rekannya Hiroshi Abe, mencatat ada suatu aktivitas syaraf otak monyet, yang menunjukkan bahwa hewan ini punya rasa menyesal saat kalah dalam suatu permainan. Penyesalan itu membuat mereka memilih cara lain supaya bisa menang. Setelah berhasil, monyet pun akan cenderung mengulangi pilihan yang sama supaya menang lagi.

Kita pun pasti pernah merasakan sebuah penyesalan, bukan? Saat hari ini ada ulangan dan nilai kita jelek, kita menyesal karena tidak belajar lebih dulu. Saat ketinggalan bis dan terlambat masuk sekolah, kita menyesal karena tidak bangun lebih pagi. Kala tengah belajar dan tiba-tiba konsentrasi buyar karena sakit perut, kita menyesal karena tidak mendengar nasihat mama supaya jangan jajan sembarangan.

Jika direnungkan, hal yang sering membuat kita menyesal adalah karena kita tidak mau mendengarkan perkataan orang tua. Sudah diberitahu, tidak patuh. Sudah dinasihati, tidak mau taat. Jadi, mari mulai hari ini kita belajar mendengar ucapan papa dan mama.

Sebelum menyesali segalanya, dengarkanlah ucapan orang tua kita.
Doaku:
“Tuhan Yesus, sebelum aku menyesali segala perbuatan dan perkataanku, aku mau patuh dan taat kepada nasihat orang-tuaku. Tolong aku untuk melakukannya, ya, Bapa. Amin.”

Photo Credit: waysandsteps.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *