renungan-09-november-2016-memberi-dalam-keterbatasan

MEMBERI DALAM KETERBATASAN

Bacaan Alkitab Setahun:
Ibrani 6
Ayat Emas
Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
(Luk. 21:3)
Bacaan: Lukas 21:1-4

Sepulang sekolah, seorang anak melihat pengemis buta sedang duduk memainkan harmonika di pinggir jalan. Biasanya orang yang lewat akan memasukkan uang ke dalam kaleng, yang ada di depannya. Anak itu merasa iba, lalu ingin memberikan beberapa lembar uang ribuan kepada si pengamen.

Namun belum sempat ia menaruh uangnya ke dalam kaleng, seorang preman mengambil kaleng yang sudah hampir penuh dengan uang itu dan menggantinya dengan kaleng kosong. Si anak berusaha mencegahnya dengan berteriak ‘maling’, tapi preman itu terlanjur kabur. Pengamen itu jelas sedih, tapi tak berapa lama ia berkata, “Tidak apa-apa Nak, Bapak bersyukur jika masih bisa menjadi berkat bagi orang lain.”

Lihatlah, orang yang fisik dan ekonominya terbatas saja masih bisa menjadi berkat bagi orang lain. Seharusnya kita yang mempunyai anggota tubuh lengkap, tentu bisa melakukan hal yang lebih lagi bagi sesama kita?

Guys, tidak ada alasan sehingga kita berkata tidak dapat memberi. Memberi hanya soal pilihan mau atau tidak. Lagipula member tidak melulu berbicara tentang uang. Kita bisa memberi senyum, perhatian, tenaga, ide, waktu, dan masih banyak lagi. Lakukanlah, sebab kita memang dipanggil untuk menjadi berkat!

Memberi adalah pilihan.Bukan tergantung dari harta yang kita pegang.
Doaku:
“Tuhan Yesus, mulai hari ini aku mau belajar memberi segala hal yang aku punya. Karena aku tahu saat aku memberi, menabur hal-hal baik kelak aku akan menuai hal-hal yang baik pula. Amin.”

Photo Credit: Pinterest.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *