renungan-05-november-2016-timun-mas

TIMUN MAS

Bacaan Alkitab Setahun:
Ibrani 2
Ayat Emas
Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya… tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.
(Yes. 31:1)

Sebuah cerita rakyat “Timun Mas”, mengisahkan bagaimana seorang ibu ingin memiliki seorang anak. Dimana akhirnya ia meminta bantuan kepada Buto Ijo (raksasa berwarna hijau yang diam di gunung).

Buto Ijo mengabulkan permintaannya, si ibu akhirnya menemukan timun yang berwarna emas dan ketika dibuka, munculah bayi dari dalam timun tersebut. Bayi tersebut adalah seorang putri yang diberi nama Timun Mas. Namun, sang raksasa memberi dengan sebuah syarat, yakni apabila putri itu sudah dewasa, ia harus memberikannya kepada Buto Ijo.

SetelahTimun Mas besar, Buto Ijo segera menagih janji pada sang ibu. Sebelum si putri diambil, ibu ini menyuruh Timun Mas pergi dari rumah dengan membawa jarum, biji timun, dan garam. Buto Ijo yang tahu bahwa Timun Mas lari, berusaha mengejarnya. Ketika Buto Ijo semakin dekat, dilemparkannya biji timun, maka kebun timun raksasa tumbuh dan membelit tubuh Buto Ijo tetapi dapat diatasi. Kedua, jarum pun disebarkan, tumbuhlah tanaman-tanaman berduri menghalangi Buto Ijo, namun ia masih dapat melewatinya. Hingga terakhir, garam ditaburkan, maka segera terbentuklah laut yang menenggelamkan Buto Ijo dan Timun Mas pun selamat.

Kerygmers, apa yang dapat kita pelajari dari kisah tersebut? Masalah timbul saat ibu dari Timun Mas keliru dalam menaruh pengharapan. Ia meminta bantuan dan percaya kepada raksasa. Sehingga ia hampir kehilangan anaknya. Guys, bagaimana dengan kita? Andalkan hanya Tuhan Yesus saja, bukan yang lain nya. Sehebat apapun masalah yang menghimpitmu, berlututlah kepada Allah. Maka Allahpun akan memberikanmu kekuatan, sehingga kamu sanggup melewati masalah yang ada.

Mengandalkan Tuhan, butuh perjuangan. Namun hasilnya melampaui harapan.
Doaku:
“Tuhan Yesus, mulai hari ini aku mau belajar mengandalkan-Mu, mencari pertolongan dari Engkau sendiri. Mampukan aku ya Bapa. Amin.”

Photo Credit: dongengnegeriku.blogspot.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *