renungan-29-oktober-2016-jujur-vs-pembohong

JUJUR VS PEMBOHONG

Bacaan Alkitab Setahun:
II Timotius 3
Ayat Emas
dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,
(Tit. 2:7)
Bacaan: Titus 2:1-10

Alkisah, seekor anak gajah yang merasa kehausan. Saat ia tiba di tepi sungai, segera saja ia menjulurkan belalainya tanpa tahu betapa licin permukaan sungai tersebut. “Byuuuurrr!” anak gajah itu terpeleset dan tercebur ke dalam sungai. Ternyata sungai itu cukup dalam baginya. Sementara induk gajah dan gajah-gajah yang lain berada cukup jauh darinya.

Anak gajah itu pun segera berteriak sekeras mungkin untuk meminta pertolongan. Namun tidak ada yang datang. Sayup-sayup para gajah memang mendengar suara teriakan, namun tidak ada yang mendekat. Sementara air sungai semakin naik dan menenggelamkan tubuh gajah kecil tersebut.

Gajah kecil ini memang sering berbohong, yang menyebabkan gajah yang lain tidak percaya. Mereka hanya menganggap kalau ia hanya mencari perhatian saja. Akibatnya, gajah kecil itu akhirnya tenggelam di dalam sungai.

Guys, lebih mudah mana? Berbohong atau berkata jujur? Menyontek atau mengerjakan tugasmu sendiri? Keduanya penuh risiko. Pada saat kamu memilih untuk jujur, teman-temanmu mungkin mengataimu sok alim dan sok pintar. Apalagi jika kamu menolak memberikan contekan kepada mereka, kamu bisa dimusuhi, dijauhi, dan dianggap sok jaim.

Namun jika kamu memilih untuk menyontek dan berbohong, maka kamu akan mendukakan hati Allah, belum lagi risiko ketahuan guru dan dihukum. Waduh, malah bikin malu diri sendiri jadinya.

Kerygmers, Apabila berbohong sudah menjadi kebiasaan, maka itu akan membentuk mental korupsi! Sebab, kamu akan terbiasa untuk mengambil jalan pintas. Jadilah terang di manapun Tuhan menempatkan kamu. Jadilah garam yang sesuai takaran, agar kamu juga menyedapkan sesamamu

Jangan rusak masa mudamu dengan hal yang sia-sia karena perjalananmu masih panjang.
Doaku:
“Tuhan Yesus, tegorlah aku melalui orang-0rang di sekitarku, apabila aku lalai terhadap perintah-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku dapat melakukannya. Amin.”

Photo Credit: nodestudios.co.uk

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *