renungan-22-oktober-2016-sama-seperti-sumbernya

SAMA SEPERTI SUMBERNYA

Bacaan Alkitab Setahun:
I Timotius 2
Ayat Emas
Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang baik.
(Luk. 6:43)

Kerygmers, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli botani (ahli dalam hal ilmu tentang tumbuh-tumbuhan) mencoba mempersatukan dua jenis buah dengan cara disilangkan, atau menggunakan rekayasa genetika untuk memunculkan spesies baru. Salah satu hasilnya adalah buah pineberry.

Pineberry seperti buah yang terkena albino. Apabila dilihat bentuknya, buah ini mirip sekali dengan buah strawberry. Bedanya adalah warna buah ini putih dengan biji merah di luar kulit. Buah ini merupakan persilangan antara buah strawberry dan nanas. Wah, rasanya gimana ya? Ternyata rasanya dominan seperti nanas. Keren ya! Amerika Selatan adalah negara pemroduksi buah ini.

Eits, lain lagi dengan ini. Pernahkan kamu menjumpai pohon nanas yang berbuah strawberry? Rasa-rasanya mustahil ya ? Kalau menanam buah nanas ya pasti berbuah nanas. Begitu juga sebaliknya, saat menanam strawberry. Pada hakikatnya hasil buah tidak pernah beda dari pohonnya.

Guys, kalau kamu saja menganggap itu adalah sesuatu yang terjadi, bagaimanakah dengan kehidupan rohanimu selama ini? Yuks cek dirimu, apakah sudah sama dengan sumber penciptanya?

Ingatlah lagu Sekolah Minggu, “Yesus pokok dan kitalah carangnya, tinggallah di dalam-Nya…” Bila Tuhan Yesus adalah pokok kehidupan, maka kamu sebagai carang (ranting) yang hidup, menempel pada batang pohon, harusnya memiliki hidup yang sama dengan Tuhan Yesus. Inilah kehidupan yang bergantung kepada Allah, artinya kamu meminta Allah memimpin pemikiranmu dan hatimu, sehingga kamu mempunyai sikap kasih, setia, jujur dan menghargai orang lain. Maka Allah sumber berkat akan melimpahkan rahmat-Nya padamu.

Banyak orang memilih buah yang manis dan membuang buah yang busuk. Kamu mau dipilih atau dibuang?
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku ingin memiliki iman yang semakin dewasa, bertumbuh dan peka terhadap kehendak-Mu. Tolonglah kehidupanku yang masih sering jatuh dalam dosa. Amin.”

Photo Credit: life.108jakarta.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *