renungan-16-oktober-2016-si-dungu

SI DUNGU

Bacaan Alkitab Setahun:
I Tesalonika 4
Ayat Emas
Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.
(Ams. 12:1)

“Kak, apa sih yang dimaksud dengan DUNGU?” tanya Santi pada kakaknya saat makan malam bersama.
“Oh, dungu itu sama dengan bodoh!” jelas kakaknya.
“Hmmm ribet amat, kenapa gak langsung bilang BODOH saja? Kenapa harus di samarkan?” Santi mengomel sendiri.
“Oooooh, jangan marah dulu, dengar baik-baik. Kalau orang bodoh itu, biasanya masih mau diajari dan mau mendengarkan kritikan dan teguran orang lain supaya menjadi pintar. Sedangkan orang dungu itu, sudah bodoh, bebal, gak mau diajari, gak mau ditegur,” jelas kakaknya lagi.
“Ha ha ha,… jadi itu artinya ya. Kakak ini DUNGU dong! Sudah bodoh tapi kalau ditegur papa sama mama suka ngambek. Suka marah, dan tidak mau mengikuti nasihat !”
“Saaaaannnnntiiiii, awaaaas ya!” ucap kakaknya geram.

Tuhan Yesus mau kita menjadi anak-anak yang mau menerima teguran, nasihat. Teguran memang terasa pedas dan membuat kuping panas. Tetapi itulah yang akan menjadikanmu dewasa.

Saat mama atau papamu terkadang begitu cerewet ketika melihat kamu berbuat kesalahan, janganlah membantah. Perbaiki kesalahanmu dan minta maaflah. Ketika temanmu mengkritikmu dan itu melukai hatimu, ampunilah dan katakan kepadanya, “terima kasih telah memperhatikanku lewat saran dan kritikmu.” Kamu pasti bias melakukannya!

Orang Pintar adalah orang yang selalu terbuka menerima kritikan dan teguran.
Doaku:
“Tuhan Yesus, terima kasih karena hari ini aku boleh belajar merenungkan firman-Mu. Aku mau belajar menerima setiap teguran dan kritikan yang membangun diriku. Amin.”

Photo Credit: thisismetanoia.wordpress.com

Share ini ke Google+