renungan-09-oktober-2016-mengikuti-jejak

MENGIKUTI JEJAK

Bacaan Alkitab Setahun:
Kolose 1
Ayat Emas
“Sebab untuk itulah kamu di panggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
(I Ptr. 2:21)

Siapa di antara kamu yang pernah mengikuti permainan jejak kaki? Permainan ini cukup populer lho! Pesertanya dua orang atau lebih. Cara bermainnya susah-susah gampang. Pemain pertama akan berjalan terlebih dulu, kemudian pemain kedua akan mengikuti jejak kaki pemain pertama, begitu seterusnya.

Suatu hari Doni mengajak adiknya, Joni, untuk bermain. “Kalau kamu keluar dari jalur jejak kakiku, artinya kamu kalah,” begitu kata Doni kepada adiknya.

Jonipun berusaha secermat mungkin agar tidak terjatuh, namun beberapa kali jalannya terlihat oleng. Jalan berkelok yang harus ia lewati, membuatnya sempat terjatuh. Kakinya beberapa kali menyentuh batas luar. Selang beberapa menit iapun terjatuh. Kalah! Permainan pun berakhir. Nampaknya sederhana, tapi sulit juga ya permainan ini.

Guys, kehidupan kita pun seperti permainan itu. Tidak salah apabila kamu memutuskan untuk mengikuti jejak orang tuamu, teladan dari guru atau kakak pembimbingmu. Namun, dibalik semua itu, ada langkah terhebat yang jejaknya harus kamu ikuti, yaitu jejak KRISTUS. Jejak-Nya akan menjadikanmu pribadi yang merdeka

Kerigmers, jejak Kristus mengajarkan kita untuk hidup dalam kasih. Pada saat dunia memegang prinsip mata ganti mata, gigi ganti gigi. Allah memintamu untuk mengampuni, sebab pembalasan adalah milik Allah. Dia memintamu menyerahkan seluruh kehidupanmu; jalan yang berkelok, ketakutan masa depan, dan hambatan yang kerap membayangi langkahmu. Itu semua sudah lunas, Ia bayar di atas kayu salib.

So guys, ikuti jejak langkah-Nya dan jadilah pemenang, seperti yang sudah tertulis di dalam Alkitab. Dia menunggumu!

Jejak Tuhan selalu mengarah ke pada kehidupan yang baik, orang yang bijak akan selalu mengikuti-Nya.
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampunilah aku bila selama ini belum sepenuhnya mengikuti jejak teladan-Mu. Aku mau terus dan terus belajar menjadi seturut kehendak-Mu. Amin.”

Photo Credit: pixabay.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *