renungan-24-september-2016-damai-sejahtera

DAMAI SEJAHTERA

Bacaan Alkitab Setahun:
Galatia 2
Ayat Emas
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
(Rm. 14:19)
Bacaan: Roma 15:13

Pada tahun 1930-an, Chiune Sugihara menjadi duta besar untuk Lithuania, yang letaknya tidak jauh dari Rusia. Suatu pagi, sekumpulan orang-orang Yahudi datang menemuinya. Mereka meminta dibuatkan visa supaya bisa keluar menuju negara lain.

Waktu itu, NAZI sedang berkuasa dan mengincar kaum Yahudi untuk dibunuh. Sugihara tentu ingin menolong meskipun pemerintah tidak mengizinkannya mengeluarkan visa. Ia lebih memilih menyelamatkan banyak orang daripada mencari aman.

Selama sebulan ia mengeluarkan visa dengan tulisan tangannya sendiri. Namun, ia ketahuan sehingga dipindahkan ke Berlin. Meskipun demikian, ia tidak kehilangan cara memberikan visa kepada orang-orang Yahudi yang memerlukannya. Akhirnya, ia mampu menyelamatkan ribuan orang dari kematian.

Ketika sudah tiada, anaknya diwawancarai oleh seseorang, “Bagaimana perasaan ayahmu dengan pilihan yang ia buat?” Anaknya menjawab, “Ayah diliputi damai sejahtera. Karena saat Allah membutuhkannya untuk melakukan hal yang benar, ia ada untuk melakukannya.”

Damai sejahtera hadir saat kita mampu memenuhi kehendak Allah. Oleh karena itu, pilihlah untuk selalu taat kepada suara-Nya meskipun sulit. Ketaatan selalu mendatangkan kedamaian.

Pemberontakan mendatangkan dosa. Ketaatan menghadirkan damai sejahtera.
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku tahu saat aku melakukan keinginan-Mu maka hatiku akan senantiasa dipenuhi damai. Sebab itu, mampukan aku untuk menjadi anak-Mu yang taat. Amin.”

Photo Credit: ecology.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *