renungan-19-september-2016-sukacita-senantiasa

BERSUKACITA SENANTIASA

Bacaan Alkitab Setahun:
II Korintus 11:16-33
Ayat Emas
Bersukacitalah senantiasa.
(1 Tes. 5:16)
Bacaan: Filipi 4:4-7

Pernahkah kamu memperhatikan ekspresi wajah orang lain saat berada di tempat wisata? Mereka terlihat senang dan bahagia. Saking senangnya, orang-orang tersebut tidak merasakan kelelahan sekalipun harus berjalan terus.

Ya, sangat mudah memasang wajah gembira saat sedang diberkati Tuhan. Saat ditraktir teman, mendapat nilai bagus, diberi hadiah, mendapat jawaban doa yang selama ini dinanti-nantikan, dan saat berlibur.

Pertanyaannya adalah bisakah kita tetap tersenyum, menunjukkan wajah senang ketika sedang susah? Waktu sakit, kekurangan uang, ditolak, dikecewakan, apakah kita dapat merasakan sukacita dan bersyukur? Mungkin sulit tapi sebenarnya bisa.

Sesungguhnya, sumber sukacita kita yang paling besar bukan terletak di luar seperti pada barang-barang atau materi, namun sukacita kita ada pada Tuhan Yesus sendiri. Ya, karena Tuhan Yesus ada dalam hidup kita. Meskipun yang kita harapkan belum terjadi, seharusnya kita tetap bersukacita karena pastinya ada harapan di dalam Tuhan Yesus.

Kergymers, kasih dan kebaikan Tuhan Yesus lebih dari cukup untuk membuat kita merasakan kebahagiaan. Jadi, jangan tunggu sampai kita diberkati dulu, baru mau mengucap syukur, bersyukurlah senantiasa maka berkat-berkat pun segera menghampiri.

Jangan tunggu diberkati baru mau bersyukur. Bersyukurlah selalu maka berkat pun akan menghampiri.
Doaku:
“Tuhan Yesus, apa pun yang terjadi aku mau selalu bersukacita. Mampukan aku melakukannya, sebab Engkaulah sumber sukacitaku yang sejati. Amin.”

Photo Credit: quantumhealingcenter.com.au

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *