renungan-10-september-2016-menghasilkan-buah

MENGHASILKAN BUAH

Bacaan Alkitab Setahun:
II Korintus 3
Ayat Emas
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
(Mat. 5:20)

Salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang menyajikan keindahan alam dan berbagai tanaman adalah Bhakti Alam Nongkojajar. Di sana ditanam berbagai jenis buah-buahan. Saat telah berbuah, buah-buahan tersebut akan dijual dengan harga terjangkau.

Ya, pohon ditanam dengan tujuan agar berbuah. Jika sudah berbuah, maka buahnya dapat dinikmati banyak orang. Sebaliknya, pohon yang layu, kering dan tidak pernah berbuah akan ditebang, sebab tidak ada faedahnya sama sekali apabila tetap hidup.

Kehidupan kekristenan juga sama seperti pohon. Jika tidak menghasilkan buah-buah yang dapat dinikmati, maka sia-sialah kekristenan kita, karena pada akhirnya akan binasa.

Mari renungkan, sudahkah kita menghasilkan buah roh, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri?

Setelah kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, jadilah berkat melalui perkataan dan perbuatan kita. Apabila perbuatan kita sebelum dan sesudah menerima Tuhan Yesus adalah sama saja, maka kita hanya akan menjadi batu sandungan untuk orang lain. Akhirnya, tidak ada yang mau mengenal Kristus lewat hidup kita. Jadi, berdoalah sehingga kita diberi kekuatan untuk menjadi saksi-Nya di tengah-tengah sesamamu.

Hidup kekristenan kita mesti berbeda dari orang-orang dunia, agar memuliakan Bapa di surga.
Doaku:
“Tuhan Yesus, bantulah aku untuk menjadi saksi-Mu yang benar, di mana pun aku berada. Amin. ”

Photo Credit: wallpaperscristaos.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *