renungan-08-september-2016-belajar-dari-peselancar

BELAJAR DARI PESELANCAR

Bacaan Alkitab Setahun:
II Korintus 1
Ayat Emas
Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
(Mzm. 119:71)
Bacaan: Yosua 1:5-7

Kalian pernah melihat peselancar di pantai? Permainan atau olah raga ini membutuhkan angin dan ombak yang kencang. Semakin besar angin dan ombak datang, maka akan semakin seru permainan ini berlangsung. Si peselancar pun akan semakin tertantang untuk berjalan di atas papan selancar tanpa jatuh ke air. Sebaliknya, tanpa angin dan ombak besar, permainannya jadi datar, tidak ada tantangannya sama sekali.

Tahukah kamu dalam kehidupan ini pun sama? Seringkali Allah mengizinkan masalah hadir dalam hidup kita, supaya hari-hari ini makin berwarna. Apa jadinya kalau hidup hanya diisi oleh kesenangan dan berkat-berkat saja? Kita tak akan pernah belajar berani, tabah, mengerti makna penderitaan dan berserah pada Tuhan. Persoalan menantang kita untuk bangun pagi-pagi dan berdoa. Goncangan membuat kita makin mendekat kepada Tuhan, hal yang bisa jadi sudah lama tidak kita lakukan. Bahkan kesulitan membuat kita berpikir kreatif, mencoba apa yang selama ini kita takuti.

Kerygmers yang dikasihi Tuhan, kalau hari ini kita tengah mengalami masa sukar, anggaplah itu sebagai ombak dan angin yang menantang kita untuk lebih maju. Atasi masalah demi masalah bersama Tuhan Yesus, dan kita akan melihat bahwa hidup ini jadi lebih hidup karena adanya tantangan.

Kita tidak bisa menghentikan gelombang, tapi kita dapat memanfaatkannya untuk berselancar.
Doaku:
“Terima kasih, ya, Tuhan Yesus, untuk gelombang masalah yang ada dalam hidupku. Aku mungkin tak bisa menghalangi datangnya persoalan itu, tapi aku bisa memakainya menjadi sarana untuk bertumbuh di dalam-Mu. Amin. ”

Photo Credit: wikimedia.org

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *