renungan-02-juli-2016-stop-marah

STOP MARAH!

Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 11
Ayat Emas
Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
(Mzm. 37:8)

Siapa sih yang gak kesal kalau diomongin teman? Siapa yang gak jengkel ada teman yang selalu meremehkan kita? Pastinya kita merasa gak suka, bahkan menjadi marah. Bisa jadi saking kesalnya, kita kepikiran untuk balas dendam. Wah, kalau sudah kepikiran seperti itu, gawat deh situasinya.

Memang sih, manusiawi bila kita marah dengan orang yang memperlakukan kita seenaknya. Tapi jangan sampai kemarahan membutakan mata kita. Ya, kita jadi tidak bisa berpikir jernih lagi. Bila sudah begitu, kita sendiri yang rugi.

Kala hati kita dipenuhi kekesalan, cobalah tenangkan diri. Saat hati kita sudah lebih baik, kita bisa merenungkan apa yang bisa kita pelajari lewat kejadian tersebut. Mungkin Tuhan mau kita belajar mengampuni. Barangkali Allah rindu kita menjadi anak-Nya yang lebih dewasa, mau mengalah dan seterusnya. Bahkan kita bisa bertanya secara baik-baik kepada orang yang bersangkutan mengapa ia berbuat hal-hal yang kurang baik kepada kita.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan supaya kita lambat untuk marah, termasuk tidak gampang sakit hati atau tersinggung. Sebab, semua itu tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Tuhan. Ya, apalagi kemarahan yang tidak segera diselesaikan hanya akan menjatuhkan.

Orang yang tidak dapat mengontrol emosinya adalah sama dengan sebuah kota tanpa pertahanan. (Peribahasa Yahudi)
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampunilah aku bila seringkali menjadi pemarah. Ajarlah aku menjadi lebih sabar serta tenang dalam menghadapi banyak hal, dalam hidupku. Amin.”

Photo Credit: pixabay.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *