renungan-23-juni-2016-sopan-santun

SOPAN SANTUN

Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 7:1-21
Ayat Emas
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
(2 Tim. 3:2)

Masing-masing daerah mempunyai adat istiadat, aturan dan norma-norma kesopanannya sendiri. Bagi orang jawa, menjawab orang tua harus dengan bahasa Jawa halus yang paling sopan. Jika orang tua duduk di bawah, anak harus ikut juga duduk di bawah, tidak boleh duduk di kursi. Itu tidak sopan. Lewat di depan orang tua harus merendahkan badan sambil ngomong “permisi..”

Zaman orang tua kita dulu, 20-30 tahun lalu, kalau orang tua marah-marah, kita harus menunduk dan gak boleh menjawab. Harus segera bilang, “terima kasih” untuk apapun yang dilakukan orang lain bagi kita. Apalagi dengan teman orang tua kita. Kita harus ramah, sopan dan membawa nama keluarga.

Dan, oh..la…la…, lihatlah zaman sekarang. Anak muda kurang sopan pada orang tua. Jika orang tua marah, mereka akan lebih marah lagi, bahkan berani banting pintu. Susah berterima kasih dan tidak ramah pada orang lain. Semua ciri-ciri akhir zaman seperti yang kita baca hari ini. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus menjauhi mereka yang seperti itu.

Ke manapun kita pergi, kita membawa nama Kristus dalam diri kita. Jangan sampai orang melihat bahwa anak-anak Kristus gak tahu aturan dan kesopanan. Hormatilah orang tua, teman-teman orang tuamu, guru-guru, hamba Tuhan dsb. Ada aturan/norma tersendiri pagi putera-puteri Kerajaan Allah.

Sebagai perwakilan Kerajaan Allah, sudah seharusnya kita tampil ‘beradab’ dan bermartabat
Doaku:
“Roh Kudus, tolong selalu ingatkan aku untuk bertingkah laku sopan dan tahu aturan di manapun aku berada. Amin.”

Photo Credit: anglijskij-po-skajpu.ru

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *