renungan-08-juni-2016-bunuh-diri

BUNUH DIRI

Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 18:1-18
Ayat Emas
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
(Mzm. 23:4)

Ini kasus empat tahun silam. Putri, remaja berusia 14 tahun, memilih menggantung diri di kamarnya karena putus cinta. Ia tinggal di sebuah desa kecil di Gunung Kidul, 40 km dari Jogjakarta. Ibunya sudah tiga bulan pergi dari rumah, untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Bandung. Ayahnya menarik becak di Jogja. Mungkin ia merasa kesepian, dan akhirnya memilih bunuh diri saat ditinggal pacarnya. Ini baru di desa pelosok, belum yang di kota besar.

Semakin banyak anak remaja bunuh diri. Dikata-katain ‘gendut, jelek, item”, dikucilkan karena gak punya hape canggih, merasa bodoh karena nilai turun terus, perceraian orang tua, Narkoba, dsb.

Salah satu penyebab terbesar bunuh diri biasanya KESEPIAN. Putus asa karena merasa gak punya siapa-siapa yang mau mengerti.

Menurut Psikolog Rose Mini, yang akrab disapa Bunda Romi, tingkat iman yang minim yang menyebabkan remaja nekat bunuh diri. Jika punya iman yang kuat, punya teman-teman dekat yang seiman, punya kakak rohani yang bisa diajak curhat, pasti gak mungkin bunuh diri.

Masalah selalu datang dan ingin membawa kita pada rasa putus asa. Tolak itu! Seberapa beratnya masalah pasti akan bisa diselesaikan bersama Tuhan. Mulailah masuk dalam lingkungan gereja. Ikutlah persekutuan remaja, melayani bersama, mencari kakak rohani yang bisa membimbingmu. Yang utama, pelihara hubungan dengan Tuhan lewat doa, saat teduh, baca Firman Tuhan setiap hari.

Jika bebanmu sangat berat, sebutkan nama YESUS berulang kali hingga engkau tenang. Ada kuasa di dalam namaNya.
Doaku:
“Tuhan Yesus, aku tahu, tidak ada beban yang terlalu berat jika aku bersama dengan-Mu. Aku mau selalu berada dekat-Mu. Amin.”

Photo Credit: markusmwanik.wordpress.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *