renungan-30-mei-2016-kisah-induk-anjing-laut

KISAH INDUK ANJING LAUT

Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 11:30-57
Ayat Emas
Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.
(1 Tes. 5:14)

Pada suatu hari, ayah dan anak anjing laut sedang berenang di laut lepas, induk betina mengawasi dari daratan. Saat sedang asyik berenang, keduanya tidak menyadari datangnya sekelompok hiu pemangsa. Si induk berteriak-teriak memberi peringatan. Tapi karena kerasnya deburan ombak, mereka tidak mendengarkan teriakan induknya. Akhirnya, ayah dan anak anjing laut itu mati menjadi santapan para hiu.

Anjing laut betina berteriak dan menangis histeris melihat itu. Berhari-hari ia murung, menyendiri, dan tidak mau makan. Meskipun banyak anjing laut menghiburnya, tetapi tidak berhasil. Lalu datanglah singa laut mengajaknya berjalan-jalan ke kawanan penguin. Di sana induk anjing laut melihat seekor anak penguin yang buntung sebagian kaki dan ekornya. Tapi Ia tetap ceria berkumpul dengan kawanannya.

“Tahukah kamu apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya?” tanya singa laut.

“Tidak?” jawab anjing laut betina itu singkat. “Mereka semua diserang hiu, hanya anak itu yang selamat. Kini ia yatim piatu,” cerita singa laut. “Meskipun sudah tidak punya siapa-siapa, ia tetap bahagia menjalani hidupnya,” tambahnya.

Mendengar itu, anjing laut menjadi malu. Pelan-pelan ia bangkit dari rasa sedihnya, dan menjalani kehidupannya seperti biasa.

Kerygmers terkasih, kapan terakhir kali kita menghibur atau mendoakan temanmu? Jika kita merasa sudah lama tidak melakukannya, maka inilah saatnya untuk menghibur dan mendoakan teman-teman kita dengan tulus hati.

Setiap orang butuh ditopang, bahkan yang kuat sekalipun memerlukan dukungan dan penghiburan dari pribadi di sekelilingnya.
Doaku:
“Tuhan Yesus, mampukanlah aku menjadi anak-Mu yang peka, yang bisa melihat kesedihan orang dan mau menghiburnya. Amin.”

Photo Credit: frewaremini.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *