renungan-22-mei-2016-batu-sandungan-no

BATU SANDUNGAN? NO!

Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 7:28-53
Ayat Emas
Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung
(Rm. 14:13)

Steven adalah seorang pemuda yang memiliki kehidupan yang hancur. Selama bertahun-tahun ia terikat oleh obat-obatan terlarang. Lengannya sampai rusak dan hancur akibat jarum suntik.

Tidak berhenti sampai disitu, Steven juga mempunyai kelemahan yang lain yaitu teman wanitanya. Steven tidak bisa lepas darinya, bahkan selalu mendengarkan apa yang dikatakannya.

Suatu hari, seorang penginjil mendatangi Steven. Saat dia menceritakan kasih Kristus kepadanya, wajah Steven yang mengeras mulai melembut. Ada penyesalan dalam sorot matanya. Namun perkataan teman wanitanya, ternyata lebih kuat dari sang penginjil. Wanita itu tidak ingin Steven datang pada Tuhan. Karena tidak ingin meninggalkan wanita itu, Steven tidak pernah berubah, malahan makin terjerumus dalam kegelapan.

Kerygmers, mari kita renungkan, bagaimana sikap kita selama ini terhadap sahabat kita. Apakah kita mendukung kemajuannya? Apakah kita selalu mengatakan kepadanya hal-hal yang membangun? Atau tanpa disadari, kita malah menjerumuskannya ke dalam masalah dan kepahitan?

Kerygmers terkasih, janganlah hendaknya kita menjadi batu sandungan bagi sahabat kita. Jika kita tahu kebenaran, arahkanlah mereka untuk melakukannya. Jika kita mengerti sesuatu itu salah, jangan biarkan mereka jatuh ke dalamnya, ingatkanlah mereka. Dengan begitu kita telah menunjukkan kasih Tuhan yang besar kepada mereka, dan melakukan apa yang berkenan di hadapan-Nya.

Jadilah berkat, bukan batu sandungan bagi orang-orang.
Doaku:
“Tuhan Yesus, tolong lah aku untuk menjadi berkat bagi siapa saja dan bukan sebaliknya, mencelakakan mereka dalam dosa. Amin.”

Photo Credit: Flickr.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *