renungan-08-mei-2016-burung-pelatuk

BURUNG PELATUK

Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 24:36-53
Ayat Emas
Aku menjawab mereka, kataku: “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun.
( Neh 2:20a )

Pada suatu pagi terdengar suara yang cukup ribut di sebuah pohon, “Tuk, tuk, tuk!”

“Oh, dia mulai lagi,” ujar burung Chaffinch. Burung Wagtail menjawab, “Ia kan memang selalu begitu.” Ternyata mereka sedang membicarakan tetangganya, yaitu burung pelatuk, yang punya paruh yang kuat. Ia sedang membuat sarang di pohon yang sama, dengan Chaffinch dan Wagtail tinggal. Ia tidak menghiraukan ocehan. Ia tetap melanjutkan pekerjaannya sampai selesai.

Begitu juga dengan Nabi Nehemia. Ketika Ia berusaha membangun kembali tembok Yerusalem yang roboh, ada saja orang-orang yang tidak senang. Mereka mengejek, menghina bahkan mengancam. Namun ia terus bekerja sampai tembok itu selesai. Ia berkerja dengan sekuat tenaga dengan bantuan orang Israel. Ia juga berdoa dan memohon pertolongan dan kekuatan kepada Allah.

Sobat Kerygmers, saat kita berupaya mengejar sebuah prestasi mungkin tidak semua orang senang dengan kita. Ada juga teman yang iri, menghina atau meremehkan hasil usaha kita. Walaupun demikian teruslah belajar dan berdoa, sampai kita mendapatkan hasil yang kita inginkan, karena Tuhan Yesus pasti memampukan kita.

Salah satu kenikmatan terbesar dalam hidup adalah melakukan hal-hal yang orang-orang pikir kita tak mampu melakukannya.
Doaku:
“Tuhan Yesus, mungkin ada teman atau orang di sekitarku yang tidak setuju atau ingin menghambat kemajuanku. Namun aku percaya Engkau selalu menyertai dan menolongku. Amin.”

Photo Credit: www.allaboutbirds.org

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *