renungan-24-april-2016-berbicara-dengan-Bapa

BERBICARA DENGAN BAPA

Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 18:1-23
Ayat Emas
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”
(Yos. 1:9)

“Nek, boleh minta nomer HP papa?” tanya Oly siang itu. Begitu mendapatkan nomor HP papanya, segera ia mulai menelpon.

“Tuuut….tuuuttt….” terdengar nada sambung, tapi tidak ada jawaban. Tidak ada yang mengangkat. Beberapa kali Oly mencoba menelpon kembali, tetap tidak berhasil. Bahkan saat ia menelpon yang terakhir, terdengar suara operator, “Telepon yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.” Dengan sedih, akhirnya Oly kembali menemui neneknya.

“Nek, mengapa sulit sekali menghubungi Papa?” tanya Oly dengan sedih. Nenek mendekati dan memeluknya. “Oly,…mungkin Papamu sedang sibuk,” jawab Nenek menghiburnya.

“Tapi, Nek…. mengapa Papa tidak pernah menelponku atau mengirim pesan padaku? Apakah Papa sudah lupa sama aku, Nek?” tanya Oly lagi. Air mata nenek tak kuasa membasahi pipinya yang mulai keriput. Ini adalah tahun ke lima Oly tinggal bersama nenek, sejak orang-tuanya berpisah.

“Oly,…mungkin Papamu telah sibuk dengan keluarga barunya. Jangan bersedih sayang, Nenek tetap menyayangimu. Terlebih lagi, ada Tuhan Yesus yang senantiasa menjaga dan memelihara kita… Tuhan juga tidak pernah melupakanmu, setiap kali kamu datang pada-Nya dalam doa-doamu,” suara Nenek menyentuh hati Oly.

“Iya, Nek…aku mengasihi Tuhan Yesus. Dialah Bapaku yang sejati… yang selalu mau menerimaku setiap kali aku datang dengan rasa sedihku atau sukacitaku. Aku mau terus mengandalkan Dia!” tegas Oly sambil menghapus air matanya.

Mungkin kamu pernah mengalami kesulitan untuk berbicara dengan seseorang, karena suatu hal. Tapi selalu mudah untuk berbicara dengan Bapa di Surga, hanya dengan menyiapkan hatimu dan berbicara jujur pada-Nya.

Selalu ada tembok penghalang untuk berbicara dengan seseorang. Tapi bersama Bapa selalu tiada penghalang, karena Dia hanya sejauh doa.
Doaku:
“Tuhan Yesus, ajar aku untuk merendahkan hati, menerima sapaan-Mu dalam hidupku, sehingga aku dipulihkan. Pegang tanganku selalu ya, Bapa. Amin.”

Photo Credit: crossnews.am

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *