renungan-18-april-2016-aku-sayang-ayah

AKU SAYANG AYAH

Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 14:25-35
Ayat Emas
Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya.
(Mal. 1:6a)
Bacaan: Efesus 6:1-3

Farrel kembali menjadi bintang di sekolahnya. Nilai ulangan tengah semesternya sempurna. Hampir semua nilainya “A”. Hebat! Tim Jurnalistik sekolahnya pun tertarik untuk meliput profilnya.

aaa

“ Farrel, apa yang membuat kamu selalu bersemangat dalam belajar, sehingga terus menjadi juara di sekolah?” tanya Dora, wartawan sekolah mereka.

“Aku ingat Bapakku. Bapak kerja jauh, sendiri, tidak ada yang menemani di sana. Seandainya Bapak masuk angin atau capek kerja pun, gak ada yang membantu. Tapi bapak tidak pernah menyerah, karena Bapak berjuang buat kami. Jadi aku juga harus berjuang seperti Bapak supaya perjuangan Bapak tidak sia-sia,” jawab Farrel.

Terkadang orang-tua harus pergi meninggalkan kita karena pekerjaannya. Seringkali pula mereka pulang dengan badan lelah, sehingga tidak sempat lagi mendengarkan curhat kita. Bahkan karena kesibukannya, mereka lupa bahwa mereka bekerja untuk kita.

Tak perlu menyakiti diri karena keadaan disekitar kita yang seolah tak peduli. Namun lihat sisi positifnya bahwa apapun yang mereka lakukan, pada dasarnya adalah demi anak-anaknya. Yuk, dukung orang-tuamu dengan hati penuh kasih dan hormat, dan tetap sambut mereka dengan senyum dan sukacita.

ketika semua terlihat buruk, putarlah dan temukan sesuatu yang baik.
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampuni aku, jika seringkali kurang mengucap syukur untuk orang-tua yang aku miliki. Ajar aku untuk lebih peduli pada mereka. Amin.”

Photo Credit: hope1032.com.au

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *