renungan-13-april-2015-tak-harus-kembali

TAK HARUS KEMBALI

Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 12:1-31
Ayat Emas
Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.
(Yes. 26:3)

N ana tidak pernah bertemu dengan papanya. Hingga ia masuk kelas 8, nama papanya pun hanyalah sebuah nama, karena foto papanya pun tidak ada. Bagi Nana hal itu tidak terlalu menjadi soal, juga tentang keberadaan papanya saat ini, selain karena memang sosok itu tidak pernah ada, juga karena selama ini ia tidak merasa sendirian. Di kelas 8 ada beberapa anak lain, yang juga tidak memiliki papa, seperti dirinya.

Tapi kedamaian hati Nana mulai terusik, saat seseorang tiba-tiba menyapa dia melalui akun di jejaring sosialnya. Ia mengaku sebagai papanya, tahu persis semua keluarga mamanya, tahu semua hal tentang mamanya, tapi ia tidak tahu apa-apa tentang dirinya.

Saat Nana menyampaikan hal tersebut pada mamanya, mama hanya berkata, “Na, rasakan dengan hatimu. Jika memang ia papamu, kamu boleh menyapanya. Tapi jika kamu merasa tidak perlu menanggapinya,… biarkan saja!”

Cukup lama Nana menimbang-nimbang perkataan mamanya, sebelum akhirnya ia menulis di inbox orang tersebut. “Pak, terima kasih sudah menyapa saya. Saya tidak pernah mengenal Bapak, maupun papa saya. Meskipun saya sebenarnya sangat merindukan papa saya, tapi saat ini saya telah menemukan hal yang terindah dalam hidup saya bersama mama. Saya tidak pernah kehilangan sosok papa, karena Tuhan Yesus sudah memeluk saya. Dialah Bapa saya yang sejati.”

Kadang kala kita harus menerima kenyataan bahwa tak semua keadaan akan kembali seperti sedia kala.
Doaku:
“Tuhan Yesus, ajar aku untuk menerima keadaanku saat ini sebagai berkat, tanpa harus menuntut hal lain yang tidak lagi menjadi bagian dalam hidupku. Amin.”

Photo Credit: ignatianspirituality.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *