renungan-03-april-2016-jalan-kebebasan

JALAN KEBEBASAN

Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 7:31-50
Ayat Emas
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
(Luk. 23:46)

Tuhan Yesus telah mati. Berita itu cepat tersebar diantara para murid, yang telah tercerai berai, dan diam dalam persembunyian masing-masing.Kesedihan yang luar biasa menyelimuti hati mereka. Karena rasa sedih ini pula, sehingga mereka melupakan janji Tuhan, akan kebangkitan-Nya dari kematian yang dialami-Nya.

Mungkin kamu juga pernah mengalami suatu kesedihan, saat harus berpisah dengan seseorang yang kamu kasihi.

Perpisahan karena harus berpindah tempat atau perpisahan karena kematian. Saat kamu sedih, air mata pun menetes menutupi kelopak matamu, kamu jadi tidak dapat melihat sesuatu dengan jelas. Kesedihan itu telah menutupi hatimu.

Tapi ingatkah kamu akan satu hal, tentang tujuan awal Tuhan Yesus datang ke dunia? Ya, benar, untuk menjadi jalan keselamatan bagi setiap orang yang mau percaya kepada-Nya. Pengorbanan-Nya di atas kayu salib, penyerahan diri-Nya pada Bapa di Surga untuk melakukan tugas berat ini, adalah sebuah tanggungjawab besar agar kita mendapatkan jalan keselamatan.

Kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib memang mendatangkan dukacita bagi kita yang percaya kepada-Nya. Namun ini juga mendatangkan sukacita bagi barang siapa yang mau percaya kepada-Nya. Melalui kematian-Nya inilah kehidupan baru terjadi bagi kita. Melalui pengorbanan-Nya inilah kita mendapatkan kebebasan hidup kita dari segala dosa-dosa kita selama ini.

Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan! Sudah sepantasnya bukan, jika kita semakin mengarahkan kehidupan kita untuk menjadi saksi-Nya.

Hanya di dalam Kristus ada kehidupan yang kekal.
Doaku:
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk pengorbanan-Mu di atas kayu salib. Jangan biarkan aku tenggelam dalam kesedihan hatiku, tapi tolong aku untuk mengarahkan diri pada panggilan-Mu. Amin.”

Photo Credit: preceptaustin.org

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *