renungan-21-maret-2016-badai-hidup

BADAI HIDUP

Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 1:21-38
Ayat Emas
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
(Yak. 1:12)

Nita tidak menyangka jika di usianya yang ke-13 tahun, harus memadamkan harapannya untuk mencapai cita-citanya. Beberapa bulan yang lalu, saat ibunya sakit berkepanjangan, dan harus dirawat di rumah sakit, barulah diketahui jika ibunya positif terinfeksi virus HIV.

Berita itu sungguh memukul batin Nita. Bagaimana mungkin virus yang mematikan itu ada dalam tubuh ibunya? Dokter yang menangani Ibu Nita, kemudian juga meminta Nita untuk ikut cek darah, memastikan statusnya. Kekhawatiran Nita terjawab, ternyata hasil dari pemeriksaan tersebut, Nita juga dinyatakan positif HIV. Dunia seakan runtuh bagi Nita.

Usut punya usut, ternyata virus HIV itu berasal dari ayah Nita, yang telah meninggal beberapa tahun lalu. Ayah Nita yang dulu adalah pemakai Narkoba jenis suntik, menularkan virus tersebut pada Ibu Nita, yang saat itu tengah mengandung Nita. Nita merasa tidak berdaya dan tak lagi memiliki harapan hidup, karena ia tahu virus yang tengah menggerogoti tubuhnya ini adalah virus yang berbahaya dan belum ada obat yang bisa menyembuhkannya.

Belum habis rasa depresi yang menyerangnya, para tetangga di sekitar rumah yang mengetahui status HIV Nita dan ibunya, mulai mengintimidasi mereka. Akses hubungan ke luar seakan-akan terbatas bagi mereka, apalagi stigma negatif masyarakat membuat mereka semakin terpojok.

Di tengah-tengah segala keputusasaannya tersebut, datang beberapa tenaga relawan pendamping ODHA (orang yang hidup dengan HIV/AIDS), yang membantu mendampingi mereka untuk mengatasi permasalahan yang ada. Akhirnya semangat Nita untuk hidup pun sedikit demi sedikit mulai bangkit. Ia pun mulai kembali bersekolah, menggapai cita-citanya meski tak tahu kapan maut menjemputnya.

Guys, selalu ada jalan bagi seseorang yang mau mengandalkan hidupnya pada Tuhan. Tetaplah percaya kepada kuasa-Nya yang tak terbatas.

Kekuatan serta penghiburan selalu diberikan Tuhan pada setiap orang yang mengandalkan-Nya.
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampuni aku jika seringkali lemah dan kurang tahan uji. Sertai aku untuk dapat melewati badai dalam hidupku. Amin.”

Photo Credit: publicdomainpictures.net

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *