renungan-06-maret-2016-saat-bersyukur

SAAT BERSYUKUR

Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 10:1-31
Ayat Emas
ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;
(Pkh.3:4)

Pelangi memiliki kumpulan warna yang berbeda-beda, merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu. Melengkung indah di atas langit, bagai busur besar yang luar biasa, saat titik air bertemu dengan sinar matahari.

Meski terdiri dari kumpulan warna, di situlah terletak keindahan pelangi. Akan beda maknanya saat pelangi hanya terdiri dari satu warna… mungkin bukan pelangi namanya.

Kehidupan kita juga memiliki banyak warna dan banyak rasa. Kadang kita menikmati cerah dan manisnya kehidupan dengan kabahagiaan, sukacita, tawa, dan kebersamaan. Dalam keadaan seperti itu,sering kita mengatakan “Tuhan itu baik!” atau “Tuhan itu penuh kasih,” atau ucapan syukur yang lainnya.

Tapi saat kita diizinkan untuk merasakan gelap dan pahitnya kehidupan, dukacita, galau dan rasa perih, maka kata-kata indah pun seakan lenyap dari bibir kita. Rasanya tak mudah untuk mengucapkan rasa syukur. Bahkan mungkin kata-kata kasar, umpatan, meluncur begitu saja.

Sadarilah, bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kamu itu terjadi atas seizin Allah. Apapun yang terjadi dalam hidup kamu adalah sesuatu yang terbaik, untuk mendidikmu menjadi pribadi yang semakin bertumbuh di dalam Dia.Saat masa gelap menyerang, jangan biarkan mulutmu penuh dengan hujatan, namun arahkanlah hati dan pikiranmu untuk makin dekat kepada-Nya. Agar di tengah-tengah masa sulit sekalipun, kamu masih dapat mengucap syukur karena pertolongan-Nya.

Isilah hatimu dengan kebenaran Firman Tuhan agar mulutmu selalu belajar mengungkapkan syukur.
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampuni aku jika selama ini kurang bisa bersyukur kepada-Mu. Tolong aku mengucap syukur, atas segala hal yang terjadi dalam hidupku. Amin.”

Photo Credit: swimmingworldmagazine.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *