renungan-23-februari-2016-home-sweet-home

HOME SWEET HOME

Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 4:21-41
Ayat Emas
TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam.
(Mzm. 26:8)

Anak monyet di atas pohon.
Anak cacing di dalam tanah.
Anak burung di dalam sangkar.
Anak Tuhan di dalam Gereja.

Lagu Sekolah Minggu ini, yang membuat Beno bersemangat mengikuti kegiatan di Gereja. Ia aktif terlibat di semua kegiatan gereja, mulai dari persekutuan tiap Sabtu, quality-time bareng , kepanitiaan, jadi pemain musik, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Intinya Beno sibuk di gereja.

Ketika ditanya pasti Beno menjawab, “Ya jelas, anak Tuhan ya di dalam Gereja.” Namun ketika Beno di luar Gereja, ia berbohong pada orang-tua, suka menyontek, tidak tahu sopan santun pada yang lebih tua, dan banyak hal lain yang menjengkelkan.

Remaja adalah usia dimana seseorang ingin tahu segala hal, dan berusaha memahaminya sendiri. Masa muda yang penuh semangat.

Kebahagiaan kita sesungguhnya bukan bersumber dari persekutuan dengan dunia. Tetapi tinggal di “rumah” Tuhan, yaitu dimana kehadiran Allah dijadikan dalam wujud yang dapat dilihat di tengah-tengah umat-Nya. Dimana juga kemuliaan-Nya tinggal.

Masa remaja adalah juga masa yang tepat bagimu untuk lebih mengenal dan mencintai Tuhan, kediaman-Nya, dan saling mengasihi dalam anggota tubuh Kristus, dengan sesama yang lain. Milikilah pemahaman yang benar, yang terpancar lewat perbuatan yang baik, di luar maupun di dalam kediaman Allah.

Rumah Tuhan adalah rumah terbaik bagi kita, karena kita selalu kembali ke sana. Home sweet home!

Sebab di luar TUHAN, kita tak dapat berbuat apa-apa
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampuni aku akan pemahamanku yang salah selama ini terhadap hubunganku dengan-Mu. Ajar aku untuk lebih mengenal dan mengasihi-Mu dengan sungguh. Amin.”

Photo Credit: theodysseyonline.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *