renungan-17-februari-2016-tabir-hitam

TABIR HITAM

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 28
Ayat Emas
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
(Rm. 1:21)

Masih ingat kisah tentang dua orang sejoli, Assyifa dan Hafitd, yang tega membunuh Ade Sara, yang dulu adalah mantan pacar dari Hafitd?

Saat peristiwa tersebut terjadi, hampir semua orang tersentak kaget. Bahkan melalui jejaring SosMed, kasus ini menjadi berita utama yang banyak dicari pembacanya.

Assyifa dan Hafitd, yang masih terbilang muda, ternyata mampu merencanakan kejahatan pembunuhan. Bahkan pada saat awal mereka tertangkap, mereka nampak tenang, seakan tidak terjadi masalah serius. Hingga akhirnya proses pengadilan terjadi, mereka baru mulai merasa menyesal atas apa yang telah mereka lakukan.

Apa pelajaran yang dapat dipetik dari kasus ini? Jika kamu mulai menyukai seseorang, bukan berarti kamu harus setuju dengan hal-hal buruk yang dimilikinya. Saat kamu mulai lebih mengutamakan keinginan hatimu tanpa mempertimbangkan konsekwensi logis yang akan terjadi, itu sebenarnya adalah alarm bagimu untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Kedua, mencintai seseorang bukan berarti kamu harus selalu mendukung perbuatan dia, yang tidak berkenan bagi Allah. Keputusan untuk menasihati atau pun melawan seseorang yang hendak merencanakan sesuatu yang buruk, sebenarnya adalah bentuk kasih sayang kita kepadanya.

Terkadang ada waktunya bagi seseorang untuk memilih berhenti berhubungan dengan orang lain, saat ia merasa tak mampu lagi mengubah seseorang menjadi baik. Saat itu yang bisa dilakukan adalah tetap terus berdoa bagi dia, agar Tuhan Yesus melalui perantaraan Roh Kudus-Nya, yang mengubahkan hatinya.

Cinta bukan hanya masalah rupa, tapi juga perilaku yang baik dalam hidup.
Doaku:
“Tuhan Yesus,tolonglah aku untuk mendapatkan seseorang yang tepat bagi pendamping hidupku kelak. Jangan biarkan aku menyia-nyiakan masa mudaku dengan hal-hal yang tak berguna. Amin.”

Photo Credit: wikimedia.org

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *