renungan-13-februari-2016-menjaga-lidah

MENJAGA LIDAH

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 26:51-75
Ayat Emas
Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.
(Ams. 15:4)

Suasana hangat persekutuan malam itu, mendadak berubah menjadi tegang. Anak-anak yang tadi sebagian masih tertawa-tawa, bermain gitar atau santai dalam percakapan untuk persiapan kegiatan persekutuan memperingati hari kasih sayang, mendadak terdiam.

Putra yang biasanya tak banyak bicara mendadak, berkata-kata dengan nada keras bahkan membentak. “Pokoknya, acara besok harus pakai coklat bikinan ibuku!” ucapnya tegas.

“Putra tak perlu membentak begitu,” ucap Riri menengahi.

“Mungkin dalam rapat kita bisa berbeda pendapat. Tapi kita harus mengemukakan sesuatu dengan kata-kata yang lembut, agar tidak melukai seseorang,” tambah Hendra kemudian.

Guys, mungkin kamu pernah beradu mulut dengan seseorang. Saat-saat seperti itu biasanya kita tidak dapat mengontrol diri, ada banyak kata-kata kasar yang keluar dengan spontan, yang tanpa dipikir dan kadangkala melukai hati seseorang. Jika kamu dalam kondisi seperti itu, berhentilah sejenak, tenangkan hatimu dengan berdoa dalam hati, agar kamu dapat mengontrol lidahmu.

Saat amarah datang pada seseorang, maka teman yang lain harus berusaha keras menahan dirinya, agar tidak terjadi pertengkaran. Lidah yang tak terkontrol dengan baik, kemungkinan besar dapat melukai hati seseorang. Saat hati seseorang terluka, maka perbantahan pun tak tak terelakkan. Bahkan bisa-bisa akan mendatangkan perkelahian ataupun dendam yang berkepanjangan.

Jagalah lidahmu baik-baik, agar kasih Tuhan Yesus pun terpancar melalui segala ucapan dan tingkah lakumu! Mulut yang mengeluarkan perkataan yag baik, tentu akan membangun seseorang yang lainnya dan mendatangkan berkat dan damai sejahtera.

Perkataan yang pedas menimbulkan luka yang membekas. Namun perkataan yang lembut menenangkan jiwa.
Doaku:
“Tuhan Yesus, tolonglah aku dalam menggerakkan lidahku, agar dapat mengelola perkataan yang membangun bagi sesamaku. Amin.”

Photo Credit: brendaboen.blogspot.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *