renungan-21-januari-2016-kisah-beny

KISAH BENY

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 14:1-21
Ayat Emas
Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.
(Ams. 15:17)

Ibu mengeluarkan tongkat pancing dari lemari. “Beny,” teriaknya, “mengapa pancingan rusak ini masih disimpan? Ibu buang ya?”
Beny yang tengah menonton TV melihat pancingan itu, dan berkata, “Jangan dibuang. Aku suka dengan alat itu.”

“Kalau suka kenapa tak pernah dipakai?”
“Karena itu sudah rusak,” jawab Beny.
“Kalau kamu masih ingin memakainya, perbaiki hari ini juga, atau ibu akan membuangnya,” ibu mengumumkan.
Beny tiba-tiba murung. “Sebenarnya sudah tidak bisa diservis lagi. Aku kesal. Ini semua gara-gara Joseph, dialah yang merusaknya.”

“Seingat ibu, dulu dia sudah meminta maaf.” Beny mengangguk.
“Tapi maaf tidak bisa mengembalikan pancinganku jadi seperti semula.”
Ibu memeluknya, “Kau tahu,” katanya, “kamu telah mempertahankan sikap yang tidak mengampuni, seperti kamu mempertahankan pancingan rusak itu. Dan dua-duanya sama sekali tidak ada gunanya.”

Ketika seorang teman kita melakukan kesalahan dan meminta maaf kepada kita, barangkali permintaan maaf itu tidak bisa mengembalikan keadaan. Tidak bisa membuat mainan yang rusak, jadi benar kembali. Namun hal itu bisa memperbaiki hubungan kita dengannya. Ingat, menyimpan kesalahan orang bukan hal yang berguna.

Tanpa maaf hidup ini diperintah oleh lingkaran setan, dendam, dan pembalasan. (Roberto Assagioly
Doaku:
“Tuhan Yesus, bantu aku untuk tidak mengingat-ingat terus kesalahan orang lain. Tapi mau melupakan dan mengampuninya. Amin.”

Photo Credit: thelawofattraction.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *