renungan-20-januari-2016-teleskop

TELESKOP

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 13:31-58
Ayat Emas
dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
(Mat. 6:12)
Bacaan: Lukas 17:3-4

Teleskop pertama kali dibuat oleh seorang ilmuwan berasal dari Belanda, bernama Hans Lipppershey, setelah ia memperhatikan kedua anaknya bermain dengan dua buah keping lensa.

Setelah melakukan berbagai penelitian, akhirnya pada tahun 1608, Lippershey berhasil membuat teleskop sederhana. Kemudian muncul Galilei Galileo, yang mampu membuat teleskop lebih baik dari yang awal. Teleskop Galileo bahkan bisa digunakan untuk melihat planet-planet di tata surya. Cara kerja teleskop adalah mengumpulkan cahaya, sehingga objek yang dilihat akan nampak lebih terang dan lebih besar.

Untuk melihat benda-benda kecil di angkasa, orang-orang menggunakan teleskop, sehingga bendanya terlihat lebih jelas. Tapi sayangnya dalam kehidupan sehari-hari orang masih saja suka memakai teleskop untuk menilai teman-temannya. Maksudnya kita senang melihat kesalahan orang yang kelihatan kecil, lalu membesar-besarkannya.

Ingatlah kita sendiri pun adalah manusia yang tanpa cela. Kita juga tidak sempurna. Waktu kita melakukan kesalahan, kita ingin dimaafkan, dan kita tidak mau terus-menerus diingatkan tentang kesalahan tersebut. Jadi, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain?

Jika kamu hanya sibuk menghakimi orang-orang, kamu akan kehilangan waktu untuk mengasihi mereka (Bunda Theressa)
Doaku:
“Tuhan Yesus, hari ini aku putuskan untuk tidak mencari-cari kesalahan orang lain dan memilih untuk melihat kebaikan dan kelebihannya. Amin.”

Photo Credit: uzaycobanlari.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *