BERHENTI MEMEGAHKAN DIRI

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 9:18-38
Ayat Emas
Lalu berserulah perempuan itu: “Orang Filistin menyergap engkau, Simson!” Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: “Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.” Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa Tuhan telah meninggalkan dia.
(Hak. 16:20)

Di sebuah peternakan domba, datanglah seekor elang. Dia menyambar seekor anak domba. Si elang lalu membawa anak domba itu terbang tinggi. Dari kejauhan, seekor anak gagak melihat hal itu. “Hebat sekali dia. Seharusnya, aku juga bisa,” pikirnya.

Si anak gagak lantas terbang mendekati seekor ibu domba dan langsung menyambar punggungnya yang lebat. Tapi, ups ! Berat sekali ! Ia tidak bisa mengangkat ibu domba itu. Berkali-kali mencobanya, tapi gagal. “Hei, cepat lepaskan aku ! Kau bukan seekor elang yang kuat dan pemangsa yang hebat ! Kau hanya seekor burung kecil,” tegur ibu domba. Tapi ia tak mau beranjak pergi. Saat itulah, tiba-tiba elang datang dan menangkapnya.

Karena sok kuat, akhirnya hidup sang anak gagak berakhir. Kadang-kadang tanpa disadari kita pun sering bersikap seperti itu-merasa sok tahu, sok bisa melakukan segalanya sendiri, menganggap diri pandai. Sayangnya, seringkali sikap itu malah mencelakakan diri kita sendiri.

Lihatlah firman di atas, waktu Simson menganggap dirinya masih disertai Tuhan, masih kuat, ia malah mampu ditaklukkan Delila dan ditangkap oleh orang-orang Filistin. Jangan memegahkan diri, jika tidak, kita akan menemui banyak masalah setiap hari.

Orang yang menganggap dirinya pandai, pada akhirnya tidak akan belajar apa-apa dan tidak akan mendapat apa pun juga
Doaku:
“Tuhan Yesus, ampuni bila selama ini tanpa kusadari aku suka bersikap sombong. Amin.”

Photo Credit: pixgood.com

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *