renungan-08-januari-2016-patrick-beckert

PATRICK BECKERT

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 6:19-34
Ayat Emas
Malah Ia mengganjar manusia sesuai perbuatannya, dan membuat setiap orang mengalami sesuai kelakuannya.
(Ayb. 34:11)

Patrick Beckert adalah atlet skating, asal Jerman, yang tengah berjuang keras untuk mengikuti Olimpiade di Kanada, pada tahun 2010.

Di babak penyisihan, ia gagal. Beckert sangat kecewa sebab ia telah berlatih keras. Sejak kejadian itu, ia memilih menyendiri dan mematikan telepon genggamnya. Ia tidak mau berbicara dengan siapa pun. Di luar dugaan, salah satu temannya yang masuk penyisihan mengundurkan diri akibat cedera. Maka orang-orang mencari Beckert untuk mengisi posisi tersebut. Sayang, handphonenya tidak bisa dihubungi. Mereka tidak tahu di mana Beckert berada. Sehingga peluang bagi Beckert untuk mengikuti olimpiade lenyap.

Seandainya Patrick Beckert tidak tenggelam dalam kesedihan, mungkin dia bisa mengikuti pertandingan dan memperoleh medali.

Kecewa ketika harapan kita tidak terwujud, memang wajar. Tapi jangan biarkan kita terlalu dikuasai oleh kesedihan atau keputusasaan. Kalau kita ngambek terlalu lama, tidak mau bicara dengan siapa-siapa, kita sendiri yang rugi.

Tuhan Yesus selalu menyediakan berkat yang terbaik bagi kita. Tapi seringkali sikap kita yang buruk, yang menghalangi kita menerimanya. Mari sedikit demi sedikit perbaiki kelakuan kita. Mau?

Pada akhirnya, sikap kitalah yang menentukan apakah kita akan berhasil atau gagal.
Doaku:
“Tuhan Yesus, bantu aku untuk bersikap yang benar agar menerima segala yang Engkau janjikan. Amin.”

Photo Credit: pointer.de

Share ini ke Google+

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *